SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah penting guna mewujudkan kawasan sentra batik Trusmi sebagai “Malioboro”-nya Jawa Barat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon memproyeksikan kawasan tersebut dapat terwujud dalam lima tahun ke depan.
Seperti diketahui, langkah strategis mewujudkan kawasan pusat budaya tersebut bak Malioboro Jogjakarta, sejalan dengan harapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berencana menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai “Jogjakarta- nya Jawa Barat”.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Dadan Subandi, mengatakan, langkah yang akan dilakukan ialah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Koordinasi ini dinilai penting lantaran berkaitan langsung dengan program Pemprov Jawa Barat.
“Kami akan melakukan sounding dan koordinasi dengan provinsi, karena ini berkaitan dengan program besar provinsi,” ujar Dadan, Senin, 30 Maret 2026.
Dadan menjelaskan, konsep penataan kawasan Trusmi akan mengarah pada model kawasan pedestrian seperti Jalan Malioboro di Yogyakarta. Penataan akan difokuskan pada pengelolaan pedagang kaki lima (PKL) agar lebih tertib dan teratur.
Ia menjelaskan, konsep penataan kawasan tersebut juga memprioritaskan penguatan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku usaha setempat, perajin batik, pengusaha lokal, hingga pemandu wisata dari masyarakat sekitar.
Potensi lokal atau potensi yang ada di kawasan tersebut akan didorong untuk bisa bangkit dan berkembang seperti konsep yang dikembangkan di Yogyakarta.
“Kami juga ingin memanfaatkan potensi lokal seperti di Jogja, di sana tukang becak bisa menjadi guide. Nah di sini juga bisa kita kembangkan konsep serupa dengan melibatkan warga lokal,” paparnya.
















