SUARA CIREBON – Sebanyak enam kursi jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon masih dibiarkan kosong. Dari jumlah tersebut, sebagian posisi telah diisi oleh pelaksana tugas (Plt) maupun penjabat (Pj), untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Enam jabatan eselon II yang masih kosong itu meliputi kepala Dinas Perhubungan, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), satu posisi Staf Ahli Wali Kota, serta Sekretaris Daerah (Sekda).
Penjabat (Pj) Sekda Kota Cirebon, Sumanto, mengklaim, meski mengalami kekosongan pimpinan, namun operasional pemerintahan di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut, tetap berjalan normal.
Menurut ​Sumanto, Pemerintah Kota Cirebon telah mengambil langkah cepat dengan menunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt) dan penjabat (Pj) di masing-masing instansi itu.
​”Sudah ada penunjukan Plt dan Pj. Itu sudah cukup untuk memastikan tugas-tugas tetap berjalan,” ujar Sumanto, Rabu, 1 April 2026.
​​Sumanto memberikan jaminan bahwa ketiadaan pejabat definitif tidak akan menghambat serapan anggaran maupun pelaksanaan program kerja. Hal ini dikarenakan para Pj yang ditunjuk memiliki kewenangan yang memadai, termasuk dalam hal administrasi keuangan.
​”Dengan adanya Pj tersebut, mereka diberikan kewenangan untuk mengelola keuangan dan kegiatan. Insyaallah semuanya lancar dan kinerja tetap jalan terus, tidak ada masalah,” tambahnya.
​Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon masih mengkaji langkah selanjutnya untuk pengisian jabatan definitif pada posisi-posisi strategis tersebut, agar struktur organisasi pemerintahan kembali lengkap dan optimal.



















