SUARA CIREBON – Volume sampah pasca-Lebaran Idulfitri terpantau menumpuk di sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Tak hanya di tempat pembuangan sampah (TPS) resmi, tumpukan sampah juga gampang ditemui di beberapa sudut Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon Dede Sudiono, mengakui, adanya peningkatan volume sampah secara signifikan di seluruh wilayah.
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup secara rutin melaksanakan pengangkutan sampah dari TPS-TPS yang ada. Dalam sehari bahkan bisa dua rit. Penumpukan diindikasikan akibat lonjakan pasca-Lebaran, secara keseluruhan sampah di Kabupaten Cirebon meningkat hingga mencapai 1.500 ton per hari,” ujar Dede, Senin, 6 April 2026.
Menurut Dede, adanya keterlambatan pengangkutan di beberapa TPS, bukan karena kebijakan penghentian layanan, melainkan karena armada yang dimiliki DLH sedang bertugas di lokasi lain.
Dede mengataka, keterlambatan pengangkutan sampah lebih dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana. Alat berat yang dimiliki DLH Kabupaten Cirebon hanya satu unit. Sementara armada truk pengangkut yang dimiliki terbatas.
“Alat beratnya hanya satu, sampah menumpuk di banyak lokasi. Armada truk pengangkut pun terbatas,” ujar Dede.
Dede menyebut keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam penanganan sampah liar di sejumlah titik.
“Meski ada armada tambahan, namun karena volume sampah sangat besar, kami harus membagi penanganan ke seluruh TPS di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
















