SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memutuskan untuk mengosongkan gedung Sekretariat Daerah (Setda) dan pindah kantor sementara mulai akhir April 2026 nanti.
Seluruh pegawai di lingkungan Setda Kota Cirebon, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk sementara akan berkantor di gedung Grage City Mall (GCM).
Keputusan evakuasi massal dari gedung berlantai delapan tersebut diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan para pegawai dalam bekerja.
Langkah drastis ini merupakan tindak lanjut dari hasil audit Politeknik Negeri Bandung (Polban) yang menyatakan konstruksi gedung Setda saat ini dalam kondisi tidak aman.
Selain faktor kelayakan bangunan, gedung tersebut hingga kini masih berstatus sebagai barang bukti dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Wali Kota Cirebon, sehingga proses renovasi belum dapat dilakukan.
Asisten Administrasi Umum (Asmin) Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan, mengatakan, seluruh aktivitas pemerintahan, termasuk ruang kerja kepala daerah, akan dialihkan sementara ke GCM. Pemilihan lokasi ini didasari atas tawaran kerja sama dari pihak pengelola mal.
“Tempatnya gratis, tapi untuk kebutuhan operasional lain tetap kami yang tanggung, seperti air, listrik, dan lainnya,” ujar Arif saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa, 7 April 2026.
Secara teknis, area di bagian tengah mal akan disulap menjadi ruang perkantoran dengan sistem sekat partisi untuk setiap bidang. Meski berada di lokasi yang sama, lanjut Arif, ruangan untuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah (Sekda) akan ditempatkan di area khusus yang terpisah dari staf lainnya.
Pihaknya memprediksi pengosongan gedung akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Pasalnya, Pemerintah Kota Cirebon belum bisa menyentuh bangunan tersebut untuk perbaikan selama proses hukum masih berjalan.
“Kami tetap kosongkan karena kondisi gedungnya mengkhawatirkan. Renovasi baru bisa dikerjakan setelah persoalan kasus gedung setda ini dinyatakan inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap,” tambah Arif.
Untuk membiayai proses perpindahan kantor ini, Pemkot Cirebon mengalokasikan dana sebesar Rp700 juta. Anggota tim anggaran melakukan efisiensi dari rencana awal yang mencapai Rp900 juta.
Meski gedung lama akan dikosongkan, Arif memastikan aset negara tersebut tidak akan terbengkalai. Petugas keamanan dan kebersihan akan tetap disiagakan untuk menjaga dan merawat gedung hingga proyek renovasi resmi dimulai di masa mendatang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















