Rabu, April 8, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Rel Kereta Api Zaman Kolonial Belanda di Cirebon yang Dibongkar Belum Berstatus Cagar Budaya

by Muhammad Surya
Rabu, 8 April 2026
in Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A
Rel Kereta Api Zaman Kolonial Belanda di Cirebon yang Dibongkar Belum Berstatus Cagar Budaya

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya.* (Foto: Surya/Suara Cirebon)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Pembongkaran rel kereta api zaman kolonial Belanda di kawasan Kali Sukalila, Kota Cirebon, memicu kontroversi di masyarakat.

Sejumlah menyayangkan pembongkaran rel kereta api dengan cara dipreteli, karena dinilai tidak menghargai sejarah benda yang layak masuk dalam cagar budaya tersebut.

Menyikapi hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait status hukum serta langkah penyelamatan narasi sejarah dari sisa material rel kereta api kuno tersebut.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menegaskan, secara administratif rel tersebut tidak melanggar aturan pelestarian cagar budaya saat ini. Berdasarkan pengecekan internal, struktur besi tersebut memang belum masuk dalam daftar perlindungan resmi.

“Kami sudah cek bahwa untuk rel yang ada di atas Kali Sukalila itu memang belum tercatat di register Bangunan Cagar Budaya maupun Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB),” ujar Agus, Senin, 6 April 2026.

Meski belum berstatus ODCB, Agus mengakui bahwa rel tersebut merupakan saksi bisu kejayaan transportasi masa lalu di Cirebon. Jalur tersebut dulunya berperan vital sebagai nadi distribusi logistik dari kawasan pelabuhan menuju berbagai daerah.

“Persoalannya memang ada cerita penting mengenai keberadaan rel itu di masa lalu,” kata Agus.

Ia memahami kekhawatiran masyarakat akan hilangnya jejak sejarah kota akibat pembongkaran tersebut.

Sebagai solusi atas polemik yang terjadi, Disbudpar tengah menjalin komunikasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rencananya, tidak semua material akan dimusnahkan.

“Sebagian kecil komponen akan diselamatkan untuk dijadikan media edukasi publik,” katanya.

Adapun rencana pelestarian meliputi, penyelamatan material yakni mengambil sisa-sisa rel, bantalan, dan ornamen yang masih layak. Selanjutnya akan dibuat ruang display untuk memajang material tersebut di lokasi strategis sebagai monumen kecil.

“Agara narasi sejarah tidak hilang, nantinya di monument kecil itu, untuk melengkapi objek fisik dengan dokumentasi foto dan penjelasan tertulis mengenai fungsi jalur tersebut di era colonial,” ujarnya.

Agus menjelaskan, tidak seluruh bagian rel dapat dipertahankan. Hanya material yang dinilai masih layak yang akan diselamatkan untuk dipajang di ruang display.

Menurutnya, keputusan pembongkaran ini didasari oleh beberapa pertimbangan teknis, seperti, kondisi fisik material rel yang dinilai sudah sangat rapuh dan mengalami korosi berat.

“Alasan keselamatan warga dan normalisasi lingkungan di kawasan Kali Sukalila menjadi prioritas utama pemerintah,” katanya.

Dengan langkah koordinasi ini, Disbudpar berharap nilai sejarah rel Sukalila tetap terjaga dalam ingatan kolektif warga Cirebon, meskipun fisiknya tidak lagi melintang di atas sungai.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: Cagar BudayaCirebonKereta ApiRel di CirebonRel Kereta ApiRel Kereta Api di CirebonRel Kereta Api Zaman Kolonial Belanda di CirebonZaman Kolonial Belanda

Muhammad Surya

Berita Terkait

Cirebon

SPAN-PTKIN 2026: Momentum Meneguhkan PTKIN sebagai Pilihan Utama Generasi Masa Depan

by Arif Rahman
Rabu, 8 April 2026
Cirebon

DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Kesra

by Dede Kurniawan
Rabu, 8 April 2026
Cirebon

DLH Kabupaten Cirebon Pastikan Jalan TPA Gunungsantri Dibeton

by Islahuddin
Rabu, 8 April 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

SPAN-PTKIN 2026: Momentum Meneguhkan PTKIN sebagai Pilihan Utama Generasi Masa Depan

Rabu, 8 April 2026

DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Kesra

Rabu, 8 April 2026

Rel Kereta Api Zaman Kolonial Belanda di Cirebon yang Dibongkar Belum Berstatus Cagar Budaya

Rabu, 8 April 2026

DLH Kabupaten Cirebon Pastikan Jalan TPA Gunungsantri Dibeton

Rabu, 8 April 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version