SUARA CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan publik, salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang difokuskan pada pengembangan SDM perhubungan yang kompeten dan berdaya saing.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Kota Cirebon.
MoU tersebut menitikberatkan pada pengembangan SDM melalui jalur pendidikan dan pelatihan vokasi yang terarah dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, kerja sama juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) dengan Pemerintah Kota Cirebon.
PKS ini secara khusus mengatur pemenuhan serta pengembangan kebutuhan tenaga profesional di bidang transportasi darat, yang menjadi salah satu sektor vital dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan kota.
Penandatanganan kedua kesepakatan tersebut dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PPI) Semarang, Kamis, 9 April 2025. Momentum ini bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda ke-102 dan Pelepasan Perwira Transportasi Laut, sehingga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang sarat makna dalam dunia pendidikan transportasi nasional.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Suntana, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi pemerintah daerah dalam mendukung penguatan SDM transportasi di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah atau yang mewakili atas kehadirannya dalam rangkaian penandatanganan MoU dan PKS. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung penguatan kinerja pemerintah daerah melalui pola pembibitan. Harapannya, program ini dapat berjalan optimal dan mampu melahirkan ASN di bidang transportasi yang unggul dan profesional,” ungkapnya.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret yang sejalan dengan kebutuhan daerah dalam menyiapkan SDM transportasi yang mumpuni di masa mendatang. Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan sektor transportasi yang semakin kompleks.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan SDM transportasi yang kompeten dan profesional. Kami berharap melalui pola pembibitan ini, putra-putri terbaik Kota Cirebon dapat memperoleh pendidikan vokasi yang berkualitas, dan setelah lulus dapat kembali mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto, menjelaskan bahwa kerja sama ini berangkat dari kebutuhan riil pemerintah daerah dalam menjawab tantangan sektor transportasi ke depan yang semakin dinamis.
Ia menyebutkan bahwa melalui kesepakatan bersama antara BPSDM Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Cirebon, pola pembibitan menjadi salah satu solusi strategis untuk mencetak tenaga profesional di bidang transportasi, khususnya melalui lembaga pendidikan seperti Politeknik Transportasi Darat Indonesia.
“Alhamdulillah, ini menjadi langkah penting karena ke depan kita membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi khusus di bidang transportasi. Salah satu institusi yang mencetak tenaga tersebut adalah Politeknik Transportasi Darat Indonesia,” jelasnya.
Melalui skema tersebut, para peserta yang berhasil lolos seleksi akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan diangkat sebagai ASN dan ditempatkan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, khususnya di Dinas Perhubungan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















