SUARA CIREBON – Sebuah gudang instalasi milik perusahaan rekanan PDAM Tirta Jati di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, terbakar hebat, pada Selasa, 14 April 2026 siang.
Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari gudang instalasi tesebut. Banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang membuat api cepat membesar.
Saksi mata, Toto, mengatakan, api pertama kali terlihat dari bagian tengah gudang dan terus membesar dalam waktu kurang dari 10 menit. Ketika gudang dibuka, api sudah besar sehingga tak dirinya tak bisa menyelamatkan kendaraan yang terparkir di dalam gudang.
“Api itu munculnya dari bagian dalam tengah. Kita juga nggak begitu jelas, jelasnya tuh setelah yang punya kebetulan datang. Pas dibuka, api sudah besar. Saya mau ngeluarin mobil juga nggak bisa, api sudah panas banget, gerbang juga. Kejadian jam 12 lebih, selang sekitar 5 sampai 10 menit api sudah ke atas, cepat banget,” ujar Toto.
Tumpukan material seperti pipa dan kayu yang banyak menumpuk membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk menjinakkan api, agar tidak merambat ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana menyampaikan, lima unit mobil pemadam dari berbagai pos dikerahkan untuk memadamkan api.
Selain bangunan gudang, beberapa kendaraan yang terparkir di dalamnya juga turut hangus terbakar.
“Laporan kami terima sekitar pukul 12.00, ada kebakaran di Wanayasa dan yang terbakar gudang instalasi PDAM, peralatan PDAM,” kata Eno.
Menurut Eno, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Sampai dengan saat ini, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Pasalnya, saat tim pemadam tiba di lokasi, kondisi api sudah membesar.
“Material yang terbakar berupa pipa dan ada tumpukan kayu juga di sebelah barat. Ada dua unit mobil, pikap L300 dan Ertiga, serta satu unit sepeda motor yang ikut terbakar,” jelasnya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan luar biasa bagi warga sekitar, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Diketahui, di gudang tesebut sudah tidak ada aktivitas sejak pukul 10.00 WIB.
“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api,” paparnya.
Sebelumnya, insiden kebakaran juga terjadi di Blok Nagrok, RT 012, RW 006, Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, pada Selasa, 14 April 2026 pagi. Sebuah rumah tinggal milik warga setempat, Nani, terbakar sekitar pukul 07.45 WIB.
Saat tim pemadam tiba di lokasi, kobaran api sudah merembet ke bangunan lain. Tim pemadam pun langsung berjibaku memadamkan api agar kebakaran tidak meluas.
Penyebab Kebakaran diduga berasal dari seprai yang terjatuh tepat menimpa obat nyamuk bakar yang masih menyala di samping tempat tidur.
“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar di kamar belakang,” terang Eno.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah material seperti televisi, kulkas, dispenser, lemari, kompor, dipan plus kasur, kipas angin, meja, kursi dan perabotan rumah tangga lainnya ludes terbakar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta,” jelasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















