SUARA CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon bakal turut meramaikan pusat kuliner di kawasan Sentra Batik Trusmi dan Shelter Taman Parkir Sumber. Rencananya, Disbudpar bakal menyelenggarakan pertunjukan seni secara rutin di dua lokasi tersebut.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan, pertunjukan di dua lokasi tersebut akan menampilkan beragam kesenian dari Disbudpar dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon. Setiap kecamatan akan tampil di dua tempat tersebut secara bergiliran, masing-masing satu pekan.
“Nanti akan diramaikan juga dari satu kecamatan setiap minggunya di Sentra Batik Trusmi dan Shelter Sumber. Penampilannya akan bergiliran. Ketika sanggar kami yang tampil di Sentra Batik Trusmi, kesenian yang dibawakan kecamatan akan tampil di Shelter Sumber,” ujar Fajar Sutrisno, Rabu, 15 April 2026.
Fajar menjelaskan, pertunjukan akan melibatkan potensi seni yang ada di masing-masing wilayah, dengan menggandeng sanggar seni lokal. Saat ini, sedikitnya ada sekitar 32 sanggar yang bakal digandeng untuk bisa tampil di panggung hiburan tersebut.
Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dua kawasan tersebut, khususnya sektor kuliner dan pariwisata.
“Semoga dengan adanya pertunjukan kesenian ini, geliat ekonomi di Trusmi dan Shelter Sumber bisa kembali ramai,” harapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali Shelter yang berada di kawasan Taman Parkir Sumber, Kelurahan Sumber.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, menyebut shelter di kawasan taman tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang aktif dan produktif.
Menurutnya, keberadaan fasilitas yang sudah tersedia, seperti panggung musik, menjadi nilai tambah yang dapat dimaksimalkan. Kondisi tersebut harus didukung dengan pengelolaan dan konsep kegiatan yang dirancang secara matang.
“Shelter ini akan diramaikan. Fasilitas sudah ada, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik agar tidak gagal. Pengelolaan dan konsep harus dirancang secara matang agar mampu menarik minat masyarakat,” ujar Jigus, sapaan akrab Wabup, Senin, 13 April 2026.
Menurut Jigus, pengembangan shelter tidak hanya sebatas menghadirkan keramaian, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha kecil dan komunitas kreatif.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















