SUARA CIREBON – Kasus campak di wilayah Ciayumajakuning mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. RSUD Gunung Jati Cirebon menyatakan telah memperkuat kesiagaan layanan serta mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan.
Direktur Utama RSUD Gunung Jati, dr. Katibi, mengatakan lonjakan pasien terlihat dari data rujukan yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat jalan. Dalam tiga bulan terakhir, pasien campak lebih banyak datang melalui IGD.
“Jika angka rujukan ke rumah sakit sudah sebesar itu, kemungkinan kasus di tingkat pelayanan pertama dan masyarakat jauh lebih banyak,” ujar dr. Katibi, Jumat, 17 April 2026.
Data rumah sakit mencatat, pasien melalui rawat jalan berjumlah 6 orang sejak Januari hingga pertengahan April 2026. Sementara itu, pasien melalui IGD mencapai 26 kasus pada Januari, 19 kasus Februari, dan 5 kasus pada Maret.
Untuk mengantisipasi penularan, RSUD Gunung Jati telah menyiapkan fasilitas dan tenaga medis, termasuk ruang isolasi di setiap gedung rawat inap. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko penularan di lingkungan rumah sakit.
Spesialis anak RSUD Gunung Jati, dr. Suci Saptyuni, Sp.A, menyebut lonjakan kasus mulai terlihat sejak Januari 2026, setelah sebelumnya hanya tercatat 8 kasus pada Desember 2025. Ia menduga peningkatan dipicu mobilitas tinggi masyarakat saat libur panjang dan tradisi mudik.
“Banyak anak yang sudah sakit tetap diajak bepergian, sehingga penularan terjadi sangat cepat saat bertemu banyak orang,” katanya.
Selain mobilitas, perubahan cuaca juga memengaruhi daya tahan tubuh anak. Meski demikian, campak tetap disebabkan oleh infeksi virus yang sangat menular.
Ia menjelaskan, gejala campak ditandai demam tinggi selama sekitar tiga hari sebelum muncul ruam merah. Saat ruam muncul, suhu tubuh biasanya mencapai puncaknya. Ruam dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh, lalu menghilang dalam 7 hingga 14 hari.
RSUD Gunung Jati juga mencatat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi campak. Kunjungan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu dilaporkan meningkat.
“Vaksinasi adalah langkah pencegahan utama. Efek samping ringan seperti demam jauh lebih aman dibandingkan risiko penyakitnya,” ujar dr. Suci.
Pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya isolasi bagi pasien untuk memutus rantai penularan. Masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi disertai ruam kemerahan guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















