SUARA CIREBON – Seorang pria paruh baya tampak duduk lesehan bersama sejumlah temannya sambil tangannya mengguratkan kuas di atas sebuah payung. Tangannya yang kekar tak henti memainkan koas cat sembari sesekali memutar payung untuk dilihat dari berbagai sudut.
Meski terlihat santai, sesekali ia tampak fokus menggoreskan koas cat dan meniupnya sebentar. Melihat gaya dan caranya menghias payung, sekilas pria tersebut tampak seperti seorang pelukis profesional.
Terlebih, media untuk melukis yang digunakan bukanlah kanvas sebagaimana lazimnya seni lukis, melainkan sebuah payung yang dipastikan memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Pria tersebut bukanlah maestro seni lukis. Kegiatan melukis pun tidak dilakukan di sanggar seni, melainkan di salah satu sudut halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Cirebon, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin.
Ia adalah Cecep Purnama (43), salah satu narapidana atau warga binaan Lapas Narkotika Kelas II Cirebon asal Cianjur yang cukup ulet mengasah kemampuan melukisnya melalui fasilitasi pelatihan keterampilan pihak lapas.
“Selain hobi, ya untuk mengisi waktu dan tambah pengalaman juga,” ujar Cecep, Kamis, 16 April 2026.
Selama dua tahun menjadi warga binaan Lapas Narkotika, Cecep mengaku telah mencicipi berbagai macam pelatihan keterampilan. Setelah mencoba melukis payung, ia merasakan aktivitasnya itu, kini telah menjadi hobi.
“Selain pengalaman, saya jadi punya keahlian,” kata Cecep.
















