SUARA CIREBON – Federasi Gabungan Buruh Daerah (F Garuda) kini resmi terbentuk di Kabupaten Cirebon. F Garuda merupakan wadah baru serikat pekerja di tingkat perusahaan dan berkantor pusat di Kabupaten Cirebon.
Ketua Federasi Garuda, Ariyanto, mengatakan, pembentukan organisasi ini sebagai upaya menghimpun aspirasi pekerja yang belum bergabung dengan federasi buruh lain.
Ariyanto mengatakan, dalam waktu dekat ini F Garuda akan didaftarkan secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Pembentukan federasi merupakan bagian dari hak berserikat yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak memiliki alasan untuk menghalangi pembentukan organisasi pekerja selama ditempuh sesuai regulasi.
“Kalau tujuannya, saya yakin serikat manapun sama, yakni melindungi, menyejahterakan, dan membela kepentingan anggota,” ujar Ariyanto usai pembentukan di wilayah Kecamatan Talun, Jumat, 17 April 2026.
Melalui F Garuda ini, pihaknya mencoba menjaring aspirasi dari serikat pekerja tingkat perusahaan yang memiliki visi, misi, dan pemahaman yang sama. Menurut Ariyanto, F Garuda bukan hasil penggabungan federasi lama, melainkan dibentuk dari serikat pekerja tingkat perusahaan yang belum bernaung di organisasi lain.
“Bukan gabungan federasi, tetapi kita bentuk dari serikat pekerja yang belum berfederasi untuk dijadikan satu wadah, yaitu Garuda,” tegasnya.
Saat ini, federasi tersebut beranggotakan pekerja dari sedikitnya tujuh perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, seperti pabrik sepatu, rotan dan lainnya. Jumlah anggota dari masing-masing perusahaan yang sudah bergabung, masih bervariasi di angka puluhan.
Dari pendekatan yang sudah dilakukan, ia mengklaim sudah ada beberapa perusahaan lagi yang siap bergabung.
“Saya berharap Federasi Garuda dapat menjadi representasi pekerja yang lahir dari Kabupaten Cirebon sendiri dan mampu memperjuangkan isu ketenagakerjaan di daerah,” paparnya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembahasan regulasi ketenagakerjaan agar kebijakan pusat tetap mempertimbangkan kondisi daerah.
“Daerah itu berbeda-beda. Jangan sampai kebijakan hanya melihat pusat tanpa memperhatikan kondisi daerah,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















