SUARA CIREBON – Puluhan bangunan sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon kondisinya cukup memprihatinkan. Beberapa di antaranya, mengalami kerusakan sedang hingga parah.
Terkait hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon mengusulkan puluhan SD yang mengalami kerusakan itu untuk mendapatkan bantuan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kadini, mengatakan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pihaknya telah melakukan langkah konkret dengan mengusulkan sejumlah sekolah untuk mendapatkan bantuan revitalisasi sejak tahun 2025 lalu.
“Untuk tahun ini, kami sudah mengusulkan 34 sekolah yang memang membutuhkan perbaikan, baik rehabilitasi ruang kelas maupun penambahan ruang baru. Kami berharap dalam waktu dekat ada kepastian dari kementerian terkait pelaksanaan program ini,” kata Kadini, Senin, 20 April 2026.
Menurut Kadini, usulan bantuan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, hingga fasilitas pendukung seperti perpustakaan, toilet, dan ruang UKS.
“Program revitalisasi ini sangat membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dalam melakukan perbaikan infrastruktur sekolah secara menyeluruh,” katanya.
Kadini menegaskan, keaktifan sekolah dalam menginput data menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan penerima bantuan.
“Jika sekolah tidak terdaftar atau tidak aktif mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), maka kemungkinan besar tidak akan mendapatkan bantuan revitalisasi. Karena itu, kami terus mendorong sekolah untuk memperbarui data sarana dan prasarana secara berkala,” tegasnya.
Ia menyadari, meski persyaratan pengajuan telah lengkap secara administrasi, namun keputusan akhir terkait sekolah penerima bantuan tetap berada di tangan pemerintah pusat. Dari total 34 sekolah yang diusulkan, nantinya akan diseleksi berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas infrastruktur pendidikan di Kota Cirebon semakin meningkat, sehingga mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal dan berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Komalasari mengakui, masih banyak bangunan sekolah di Kota Cirebon yang kondisinya memprihatinkan.
Melalui program revitalisasi, lanjut Komalasari, pemerintah hadir untuk memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi daerah.
“Masih banyak sarana dan prasarana di sekolah yang mengalami kerusakan, baik sedang maupun berat. Program revitalisasi ini menjadi salah satu bentuk bantuan pemerintah untuk memperbaiki kondisi tersebut,” ujar Komalasari, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, program revitalisasi merupakan bagian dari prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam waktu relatif singkat, khususnya di sektor pendidikan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















