SUARA CIREBON – Delegasi Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong, China melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Selasa, 21 April 2026.
Kedatangan delegasi tersebut diterima Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, didampingi Sekda, Hendra Nirmala dan para pejabat Pemkab Cirebon di Kantor Bupati, Sumber. Kunjungan delegasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemkab Cirebon pada 2023 lalu.
“Ada beberapa rencana kerja sama dari kunjungan delegasi Kota Yangjiang ini,” kata Wabup Agus.
Menurut Wabup, hubungan antara Pemkab Cirebon dan Pemerintah Kota Yangjiang sudah terjalin sejak lama melalui ikatan budaya dan sejarah. Kehadiran delegasi tersebut menjadi jembatan peradaban yang mempertemukan dua bangsa dalam semangat persahabatan yang abadi.
Ia menjelaskan, hubungan tersebut bakal diteruskan dan diperkuat melalui kerangka kerja sama formal.
“Pemkab Cirebon dan Pemerintah Kota Yangjiang telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembentukan kerja sama kota kembar (sister city) atau kota saudara pada 29 Desember 2023 yang lalu,” kata Jigus, sapaan akrab Wabup.
Jigus menegaskan, kunjungan balasan ini menjadi tonggak awal yang bersejarah dalam membangun kemitraan strategis antara Kabupaten Cirebon dan Kota Yangjiang.
Ia memastikan, Pemkab Cirebon akan meningkatkan kerja sama dalam bentuk memorandum pembentukan kota bersaudara antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan Pemerintah Kota Yangjiang.
Menurut Wabup, kedua pemerintah telah menyepakati empat bidang kerja sama utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), ekonomi dan perdagangan, pariwisata dan kebudayaan, dan perlindungan dan penelitian peninggalan budaya “belt and road” serta eksplorasi sejarah dan budaya jalur sutra maritim.
“Kami membahas pertanian, perikanan, dan garam. Luas tanah pertanian di Kabupaten Cirebon masih memungkinkan, tambak dan garam juga lahannya memungkinkan. Harapannya ada kolaborasi terkait teknologi supaya petani dan petambak garam bisa lebih modern dalam pengelolaannya, termasuk alsintannya,” kata Jigus.
Perluasan kerja sama di bidang pertanian dan perikanan ini menjadi agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut, dan merupakan langkah konkret yang sangat strategis.
“Kami meyakini pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di bidang ini akan membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cirebon maupun Kota Yangjiang,” paparnya.
Sementara Wakil Sekretaris Komite Kota Yangjiang, Lei Yuchun menyampaikan, Kota Yangjiang dan Kabupaten Cirebon saling terhubung oleh jalur sutra maritim dan memiliki ikatan persahabatan yang telah terjalin selama ribuan tahun.
Pada akhir tahun 2023, kedua pihak secara resmi menandatangani nota kesepahaman untuk menjalin hubungan kota kembar yang semakin memperkuat dasar persahabatan dan memperjelas konsensus kerja sama.
“Pertemuan tatap muka hari ini bukan hanya warisan persahabatan sejarah, tetapi juga awal dari kerja sama di masa depan,” ujar Lei Yuchun.
Saat ini, lanjut Lei Yuchun, Tiongkok dan Indonesia sedang bersama-sama membangun komunitas masa depan bersama, mendorong pembangunan bersama belt and road initiative berkualitas tinggi, serta terus menikmati manfaat dari RCEP, yang memberikan peluang historis dan belum pernah ada sebelumnya bagi kedua kota untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama.
“Yangjiang merupakan kota penting dalam jalur sutra maritim, dikenal sebagai pusat industri pisau dan gunting di Tiongkok, serta basis industri energi baru nasional, memiliki warisan jalur sutra maritim kelas dunia Nanhai I, serta kapasitas pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai yang terdepan secara nasional,” jelasnya.
Sementara Kabupaten Cirebon, menurut dia, adalah kota pelabuhan penting di Jawa Barat, memiliki jumlah penduduk yang besar serta komunitas Tionghoa yang kuat, dengan struktur industri yang saling melengkapi. Sehingga memiliki ruang kerja sama yang sangat luas.
Ia menjelaskan, kedatanganya ke Kabupaten Cirebon untuk mengajukan beberapa usulan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Usulan kerja sama ini terkait upaya perlindungan warisan jalur sutra maritim dan memperdalam pertukaran budaya, industri dan ekonomi perdagangan, serta kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata budaya, olahraga, pemuda.
“Agar masyarakat kedua kota semakin dekat dan akrab, serta membangun dasar dukungan publik yang kuat untuk segera menjalin hubungan resmi sebagai kota kembar internasional (international sister city),” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















