SUARA CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo membuka Ajang Talenta Kota Cirebon 2026 yang meliputi berbagai kompetisi bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Gala Siswa Indonesia (GSI), serta Festival Lomba Seni dan Sasta Siswa Nasional (FLS3N), di GOR Bima, Senin, 27 April 2026.
Ajang Talenta Kota Cirebon 2026 ini dijadwalkan dilaksanakan mulai 28 April hingga awal Mei 2026 di sejumlah lokasi, di antaranya, GOR Bima, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta beberapa sekolah di Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Wali Kota Edo menegaskan ajang ini tidak sekadar agenda rutin tahunan, tetapi bagian dari strategi besar pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Ajang Talenta ini adalah investasi jangka panjang. Kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga tangguh secara fisik dan kaya kreativitas. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang holistik, karena tantangan masa depan menuntut lebih dari sekadar kecerdasan di ruang kelas,” ujar Effendi Edo.
Menurutnya, kompetisi seperti OSN, O2SN, GSI, dan FLS3N menjadi sarana penting untuk memetakan potensi dan bakat siswa sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, Edo memastikan, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berkembang secara terarah.
“Kita harus memastikan tidak ada bakat yang terabaikan. Semua potensi anak-anak kita harus terus dibina agar berkembang optimal,” tegasnya.
Edo menyemangati seluruh peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai ruang belajar, bukan semata mengejar kemenangan.
“Tunjukkan kemampuan terbaik dengan semangat, kejujuran, dan sportivitas. Prestasi adalah tujuan yang baik, tetapi proses belajar, keberanian mencoba, dan semangat terus berkembang adalah nilai yang jauh lebih penting,” pesannya.
“Jika menang, jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang. Jika belum berhasil, jangan berkecil hati. Teruslah mencoba dan belajar,” imbuhnya.
Tak lupa, Edo meminta para guru dan pendamping untuk terus memberikan dukungan penuh kepada siswa dalam proses pembinaan, serta mendorong mereka agar tetap menikmati proses belajar dan berlatih.
Tak hanya itu, Edo juga menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan Kota Cirebon untuk melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan ajang ini. Ia menekankan pentingnya pendokumentasian hasil kompetisi sebagai basis data talenta muda.
“Data ini harus menjadi rujukan strategis dalam merumuskan kebijakan pembinaan siswa ke depan, sehingga tidak ada potensi yang terlewat karena kurangnya akses atau pembinaan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menyampaikan Ajang Talenta Kota Cirebon tahun 2026 diikuti sekitar 930-an peserta dari berbagai SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Cirebon.
Kadini, menjelaskan Ajang Talenta menjadi ruang strategis untuk menggali sekaligus menampilkan potensi terbaik peserta didik di bidang akademik, olahraga, seni, dan sastra.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, disiplin, dan sportivitas peserta didik. Inilah bagian penting dari pendidikan yang utuh,” ujar Kadini.
Ia menjelaskan, sistem seleksi tahun ini mengalami perubahan, di mana para juara akan langsung melaju ke tingkat nasional tanpa melalui tahap provinsi. Hal ini, menurutnya, menuntut persiapan yang lebih matang.
“Sekarang tidak ada lagi seleksi di tingkat provinsi. Jadi, para juara harus benar-benar siap untuk bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (Surya)
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















