SUARA CIREBON – Ketidakhadiran Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati pada pelantikan puluhan pejabat eselon II, III dan IV yang digelar di halaman Balai Kota, Senin, 4 Mei 2026 pagi, berbuntut panjang.
Selain memunculkan isu keretakan antara Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dengan Siti Farida, partai pengusung sang wakil wali kota yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan protes keras.
Terlebih, saat ini, Siti Farida masuk dalam bursa calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Cirebon yang tengah digodok DPW dan DPP PKB.
Sekretaris PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Setiawan, mempertanyakan, langkah wali kota yang kerap tidak menyertakan wakilnya, dalam pengembilan keputusan strategis.
“Peran wakil wali kota seolah-olah dihilangkan. Padahal seharusnya menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan,” kata Ibas, sapaan akrab Ide Bagus Setiawan kepada wartawan, saat konferensi pers, Selasa, 5 Mei 2026.
Ibas menuturkan, kedua pasangan pimpinan Kota Cirebon itu telah sepakat dan komitmen untuk berbagi peran sesuai tupoksi masing-masing.
“Komitmen awal sebelum pelantikan itu keduanya sepakat berbagi peran sesuai tupoksi. Lha kok sekarang peran wakil wali kota dalam menyusun rotasi pejabat dihilangkan,” tegasnya.
Ibas mengakui adanya kebekuan komunikasi antarpartai pengusung pasangan Effendi Edo-Siti Farida. Hal itu terlihat dari keberadaan PKB yang jarang diajak komunikasi.
“Sejak pelantikan kami tidak pernah dilbatkan untuk komunikasi. Apalagi dalam pembahasan isu strategis,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrahman, menilai Effendi Edo melanggar komitmen yang dibangun pasangan itu saat Pilkada 2024 lalu.
“Kehadiran PKB hari ini adalah untuk mengingatkan kembali komitmen awal pasangan pimpinan daerah tersebut,” kata Syaifurrahman.
Syaifurrahman menekankan pentingnya menjaga kondusivitas pemerintahan melalui komunikasi yang sehat. PKB berharap polemik yang terjadi tidak dibiarkan berlarut-larut di ruang publik, melainkan diselesaikan secara internal antara wali kota dan wakil wali kota.
“PKB berharap ini menjadikan satu kesepakatan dan kesepahaman yang sama untuk bagaimana membangun Kota Cirebon melalui komunikasi dalam satu meja,” tambahnya.
Ia meminta agar kedua belah pihak dapat menurunkan ego demi kepentingan masyarakat Kota Cirebon.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati mengungkapkan kekecewaannya karena sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pembahasan maupun penentuan nama-nama pejabat yang masuk daftar promosi, rotasi dan mutasi, yang digelar Senin kemarin.
Farida mengaku, dirinya hanya menerima undangan melalui pesan singkat WhatsApp, pada Minggu, 3 Mei 2026 malam, atau hanya beberapa jam sebelum acara pelantikan dimulai.
“Saya tidak tahu sama sekali siapa yang dirotasi atau dimutasi. Bahkan, tidak ada paraf koordinasi dari saya. Tentu ada rasa kecewa dan sedih, karena sebagai pimpinan, kami ini ibarat orang tua bagi para ASN,” ujar Farida dengan nada getir.
Menurutnya, sebagai wakil kepala daerah, ia memiliki tanggung jawab moral untuk memahami karakter dan potensi bawahannya agar penempatan jabatan selaras dengan manajemen talenta. Ia menyayangkan ketiadaan transparansi informasi SDM yang seharusnya bisa diakses secara kolektif oleh pimpinan daerah.
“Tidak ada komunikasi, tidak diajak diskusi atau berembuk. Saya bahkan tidak tahu posisi mana yang masih kosong atau sudah terisi,” tegasnya.
Sementara Wali Kota Effendi Edo memastikan, seluruh penempatan jabatan kali ini murni didasarkan pada sistem merit. Menurut Edo, penerapan sistem merit ini merupakan komitmen untuk menjaga profesionalisme birokrasi agar terhindar dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Saya perlu menegaskan, keputusan ini tidak didasarkan pada preferensi pribadi, namun merupakan penerapan sistem merit. Semuanya melalui evaluasi objektif atas kompetensi, kinerja, dan integritas. Kami berkomitmen menjaga profesionalisme birokrasi agar terhindar dari praktik-praktik yang tidak relevan dengan kebutuhan organisasi,” katanya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















