SUARA CIREBON – Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memprotes lambannya penanganan infrastruktur jalan Mertapada-Munjul hingga Gumulung Tonggoh yang telah bertahun-tahun rusak tanpa penanganan serius, Selasa, 12 Mei 2026.
Koordinator lapangan aksi, Alip, mengatakan, aksi demontrasi tersebut, merupakan puncak kekecewaan warga atas kondisi jalan Mertapada-Munjul-Gumulung Tonggoh yang bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan permanen.
Menurut Alip, aksi yang mengusung slogan “Rakyat Melawan, Rakyat Menggugat” itu muncul karena warga menilai pemerintah kurang serius menangani jalan yang menjadi akses utama masyarakat. Kondisi jalan berlubang dan rusak parah tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jalan merupakan kebutuhan vital masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah. Jalan adalah jantung perekonomian dan mobilitas pendidikan masyarakat. Jangan sampai pemerintah acuh terhadap jalan rusak yang bisa menyebabkan kecelakaan bahkan korban jiwa,” tegas Alip dalam orasinya.
Menurut Alip, ruas jalan Mertapada–Gumulung sudah mengalami kerusakan selama kurang lebih 10 tahun tanpa adanya perbaikan berarti. Warga pun mempertanyakan penggunaan anggaran infrastruktur daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan.
“Rakyat berhak menggugat ketika pemerintah dianggap lalai memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Kemarahan warga juga terlihat dari tulisan pada sejumlah spanduk sindiran yang dipasang di sepanjang jalan rusak. Salah satunya berada di dekat perlintasan rel kereta api dengan tulisan mencolok, “Selamat Datang di Jalan Seribu Lobang”.
Warga menilai pergerakan pemerintah melakukan perbaikan baru terlihat setelah muncul rencana aksi demonstrasi. Meski demikian, masyarakat berharap langkah tersebut tidak berhenti pada perbaikan sementara atau tambal sulam semata.
“Warga sudah lama kesal karena jalan ini rusak parah. Ironisnya, pemerintah baru bergerak setelah muncul rencana aksi. Kami berharap jangan hanya tambal sulam, tapi dilakukan perbaikan permanen atau betonisasi,” harap Alip
Aksi warga berakhir kecewa lantaran tidak ada pejabat terkait yang menemui mereka, untuk memastikan realisasi tuntutan.
Sementara itu, sejumlah masyarakat yang ditemui Suara Cirebon menyatakan menunggu komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk merealisasikan pembangunan permanen pada jalur penghubung antarwilayah agar kerusakan tidak terus berulang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















