SUARA CIREBON – Program ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan hasil positif.
Program ketahanan pangan yang diwujudkan melalui budidaya burung puyuh tersebut, mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa setempat.
Kuwu Desa Serang, Risdianto menjelaskan, program berbasis Dana Desa tersebut, bahkan telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
Diakui Risdianto, awalnya dalam budidaya puyuh pihaknya sempat mengalami berbagai kendala. Salah satunya, kondisi cuaca panas yang tidak sesuai dengan habitat ideal burung puyuh.
“Sebelumnya kami menggunakan sistem kandang terbuka dan sering mengalami kegagalan karena suhu tidak stabil. Akibatnya puyuh mudah terserang virus,” ujar Risdianto, saat ditemui di kandang budidaya puyuh, Senin, 18 Mei 2026.
Pihaknya lalu mengubah sistem kandang tertutup atau close house yang dilengkapi blower dan seldeck untuk menjaga suhu kandang tetap stabil. Setelah menerapkan kandang tertutup, perubahan pun mulai terlihat.
“Dengan sistem tersebut, suhu kandang dapat dipertahankan pada kisaran 25 hingga 26 derajat Celsius, sehingga produktivitas puyuh meningkat dan usia ternak lebih panjang. Sekarang puyuh bisa bertahan hingga 1,5 tahun sebelum afkir,” katanya.
Selain penggunaan teknologi kandang modern, pihak pengelola juga menerapkan standar kesehatan ternak secara ketat, seperti penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin, serta pembersihan kandang setiap hari guna mencegah penyebaran penyakit.
Saat ini, peternakan puyuh Desa Serang memiliki populasi sekitar 3.000 ekor. Dari usaha tersebut, pemerintah desa mampu memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung harga telur puyuh di pasaran.
“Dari 1.000 ekor menghasilkan telor puyuh 10 kilogram, jadi kita dalam satu kandang menghasilkan 30 kilogram,” tegasnya.
Keuntungan itu dimanfaatkan untuk menggaji tenaga kerja lokal, memberikan insentif bagi pengurus BUMDes, serta menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) yang digunakan untuk pembangunan.
“Program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membantu perputaran ekonomi masyarakat desa,” tuturnya.
Keberhasilan budidaya puyuh tersebut membuat Pemerintah Desa Serang berencana memperluas program ketahanan pangan ke sektor perkebunan dengan mengembangkan pepaya california.
Komoditas itu dipilih karena kondisi tanah Desa Serang yang berpasir dinilai cocok untuk pertumbuhan pepaya california, terutama karena memiliki sistem drainase yang baik sehingga akar tanaman tidak mudah membusuk akibat genangan air.
“Kami berharap, inovasi di sektor peternakan dan perkebunan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















