SUARA CIREBON – Lapangan sepakbola Desa Prajawinangun Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon kini telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPS).
Keberadaan TPS di lapangan sepakbola tersebut bukan hanya menjadi perbincangan liar di platform media sosial Facebook, tapi juga menuai reaksi masyarakat sejak beberapa bulan lalu.
Informasi terhimpun, keberadaan TPS di lapangan sepakbola ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Penggunaan arena olahraga sebagai TPS ini, diduga lantaran hingga saat ini pemerintah desa setempat tidak memiliki TPS.
Warga setempat pun mendorong pemerintah desa bersama BPD untuk segera memprioritaskan pembangunan TPS. Warga menilai, pembangunan TPS dinilai sangat memungkinkan lantaran pemerintah desa masih memiliki lahan titisara dengan luasan yang cukup signifikan.
Melalui grup media sosial tersebut, warga juga mengusulkan agar sebagian lahan titisara dengan luas maksimal satu hektare, dapat digunakan untuk pembangunan TPS. Saran dan usulan tersebut sudah disampaikan warga melalui forum grup media sosial sejak awal penggunaan lapangan sepakbola sebagai TPS.
Tokoh masyarakat desa setempat, Ramita menyayangkan penggunaan lapangan sepakbola sebagai TPS. Menurutnya, lapangan sepakbola merupakan sarana olahraga yang tidak seharusnya menjadi TPS.
Meskipun keberadaan tumpukan sampah tertata di dalam karung dan hanya di pinggir lapangan, bau yang ditimbulkan tetap saja mengganggu aktivitas olahraga masyarakat. Selain itu, juga menimbulkan kesan kumuh dan persepsi negatif.
Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui persis kesulitan yang dialami oleh pemerintahan desa setempat dengan kondisi tersebut. Ia juga mengaku tidak tahu persis sejak kapan lapangan sepakbola digunakan sebagai TPS.
Namun ia berharap, pemerintah desa bisa segera menemukan solusi terbaik dalam penanganan sampah di desanya.
“Kalau secara perkiraan sih sekitar dua bulan lebih. Sebelumnya kan menumpuk di pinggir jalan, tapi sudah dibersihkan dan sekarang pindah ke lapangan sepakbola,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Camat Kaliwedi, Hardomo, memastikan dirinya akan segera mengomunikasikan persoalan tersebut dengan kuwu setempat. Bahkan, Camat akan mendorong kuwu untuk segera melakukan penanganan sampah melalui kerja sama pengangkutan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Hardomo, kerja sama pengangkutan sampah dengan DLH harus kembali dilakukan agar sampah di lapangan sepakbola tidak semakin menggunung. Karena sebelumnya, pihak pemdes setempat sudah pernah melakukan kerja sama pengangkutan dengan DLH.
“Tapi entah kenapa sekarang terhenti,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Hardomo, sebelum berpindah ke lapangan sepakbola, sampah rumah tangga dari warga desa tersebut sempat menumpuk di pinggir jalan kabupaten. Kemudian, pihak pemdes berkerja sama dengan DLH, melakukan pembersihan dan sampah diangkut ke TPA.
“Tadinya sempat dibuang di TPS Gegesik, tapi setelah berjalan sekian lama, terputus. Akhirnya sampah menumpuk di pinggir jalan, tapi itu sudah dibersihkan. Nah sekarang pindah ke lapangan sepakbola,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















