SUARA CIREBON – Seorang penyandang difabel netra mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Computer Based Test (CBT) di Panitia Lokal UIN Siber Cirebon, Senin, 8 Juni 2026.
Peserta tersebut, Kaerinnashiva Azita Sahbian, berasal dari SLBN Pangeran Cakrabuana Cirebon. Dengan pendampingan dari petugas ujian, ia mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai mekanisme yang telah disiapkan panitia.
Kepala UPT Admisi dan Promosi UIN Siber Cirebon, Basiran, M.A., mengatakan panitia telah menyediakan layanan khusus bagi peserta penyandang disabilitas netra sesuai petunjuk teknis dari Panitia Nasional UM-PTKIN.
“Panitia memberikan pendampingan sesuai petunjuk teknis dari Panitia Nasional. Untuk peserta difabel netra, soal ujian dibacakan oleh pendamping yang telah ditugaskan. Sementara soal yang berbentuk gambar dapat dilewati dan tidak wajib diisi. Selain itu, materi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) juga tidak diwajibkan untuk dikerjakan oleh peserta difabel netra,” ujarnya.
Menurut Basiran, seluruh proses pendampingan dilakukan dengan tetap menjaga integritas dan objektivitas pelaksanaan ujian.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Siber Cirebon, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun peserta yang merasa terhambat untuk mengakses pendidikan hanya karena kondisi fisiknya. Kehadiran peserta difabel pada UM-PTKIN ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat layanan pendidikan yang ramah, inklusif, dan berkeadilan,” katanya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menilai semangat peserta difabel dalam mengikuti seleksi menjadi motivasi bagi banyak pihak.
“Semangat Kaerinnashiva memberikan pelajaran berharga bagi kita semua bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan ketekunan dan keberanian, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Disabilitas UIN Siber Cirebon, Dr. Hj. Masriah, M.Ag. Menurutnya, pelayanan yang diberikan panitia merupakan bagian dari penerapan prinsip pendidikan inklusif.
“Kampus yang maju bukan hanya kampus yang memiliki fasilitas modern, tetapi kampus yang mampu menghadirkan akses dan kesempatan yang setara bagi semua orang. Kehadiran peserta difabel netra dalam UM-PTKIN ini menjadi bukti bahwa UIN Siber Cirebon terus bergerak menuju kampus yang inklusif dan ramah disabilitas,” katanya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















