SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus berupaya memperkuat literasi digital di kalangan pelajar dan santri. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) bekerja sama dengan Relawan TIK (RTIK) Kabupaten Cirebon.
Selain memperkuat literasi digital, kegiatan pembinaan itu juga sekaligus meningkatkan kemampuan santri dalam menyaring dan memverifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, mengatakan, pembinaan KIM telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Daqu Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun bersama TIK, pekan lalu. Kegiatan tersebut mengangkat tema, “Epistemologi Kebenaran di Era AI: Peran Santri dalam Verifikasi Informasi”.
Menurut Bambang, pembinaan KIM ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Cirebon untuk membangun masyarakat yang cakap digital, kritis terhadap informasi, serta mampu berkontribusi menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Bambang menegaskan, kemampuan verifikasi informasi di era digital saat ini merupakan hal yang sangat penting.
“Di tengah pesatnya perkembangan AI, kemampuan memverifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap para santri dapat menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat,” kata Bambang, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya, santri memiliki posisi strategis dalam membangun budaya informasi yang sehat di tengah masyarakat serta menjaga kualitas informasi di era digital seperti saat ini.
“Melalui kegiatan tersebut, kami mengajak para santri untuk aktif melawan hoaks dan turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” ungkapnya.
Relawan TIK Kabupaten Cirebon, Aries Saefullah, menyampaikan, kemampuan memverifikasi informasi kini menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu, termasuk kalangan santri.
Aries berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat literasi digital serta menumbuhkan sikap kritis dalam menyaring informasi. Sehingga para santri mampu menjadi agen penyebar informasi yang benar, bijak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, para santri dapat memperkuat literasi digital serta menumbuhkan sikap kritis dalam menyaring informasi,” ucapnya.
Kegiatan tersebut disambut positif oleh pihak Pondok Pesantren Daqu Tegalgubug Lor. Pembinaan KIM ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membekali santri menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang semakin cepat.
Melalui kolaborasi antara Diskominfo Kabupaten Cirebon, RTIK Kabupaten Cirebon, dan Pondok Pesantren Daqu, para santri diharapkan mampu menjadi agen literasi digital yang aktif memerangi hoaks, menyebarkan informasi yang akurat, serta menjaga nilai-nilai kebenaran di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















