SUARA CIREBON – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) di Cirebon, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tahunan tersebut menghadirkan pakar kurikulum nasional, Anggit Dwi Hartanto, M.Kom., yang juga merupakan Pengurus APTIKOM Bidang Kurikulum Berbasis KKNI serta Ketua Tim Penyusun Buku Panduan Kurikulum OBE/KKNI/SKKNI. Acara dipandu Wakil Dekan I FITK Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I.
Review kurikulum diikuti para ketua dan sekretaris program studi, tim gugus mutu, tim pengembang kurikulum, dosen dari 17 program studi termasuk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Tim Pustikom, serta sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan FITK.
Dalam pemaparannya, Anggit Dwi Hartanto mengatakan perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
“Dunia kerja saat ini tidak lagi bertanya apa gelar akademik seseorang, tetapi apa kompetensi yang dimiliki dan kontribusi yang dapat diberikan. Oleh karena itu, pendekatan Outcome-Based Education menjadi kebutuhan agar lulusan memiliki kemampuan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, implementasi OBE memastikan seluruh proses pendidikan dirancang secara sistematis mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, mata kuliah, metode pembelajaran, hingga evaluasi yang berorientasi pada hasil lulusan.
Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta karakter kewargaan global dan growth mindset.
Review kurikulum juga menitikberatkan pada integrasi perspektif SDGs dalam setiap program studi. Sejumlah isu strategis, seperti pendidikan berkualitas, kesetaraan akses pendidikan, inklusivitas, keberagaman, layanan bagi penyandang disabilitas, dan pembangunan berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Penguatan tersebut mendukung pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya Pendidikan Berkualitas, Kesetaraan Gender, Mengurangi Kesenjangan, Perdamaian dan Kelembagaan yang Tangguh, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Wakil Dekan I FITK, Dr. Hj. Atikah Syamsi, mengatakan transformasi kurikulum harus sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan.
“Digitalisasi kurikulum merupakan keniscayaan. Kurikulum OBE yang sedang kita bangun harus mampu diimplementasikan secara digital sehingga memudahkan dosen, mahasiswa, program studi, maupun tenaga kependidikan dalam mengakses, mengelola, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara efektif dan terukur,” katanya.
Menurut Atikah, model pembelajaran yang dikembangkan akan mengakomodasi pembelajaran daring, luring, maupun hybrid learning yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS), micro-credential, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selain meningkatkan mutu akademik, review kurikulum tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi akreditasi nasional dan internasional. Kurikulum yang dikembangkan dirancang selaras dengan standar pendidikan tinggi dan sistem penjaminan mutu yang berlaku.
FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap penguatan kurikulum berbasis OBE dan SDGs mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global, literasi digital, serta kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kurikulum yang baik bukan hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang siap memimpin perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















