SUARA CIREBON – UIN Siber Cirebon menutup kegiatan Penyusunan Rencana dan Anggaran (Pagu Indikatif) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung selama empat hari, 12–15 Juni 2026, di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Setditjen Pendis) Kementerian Agama RI, Jakarta.
Kegiatan bertema “Accelerating Global Impact: World-Ranked Reputation, Green Ethics, and Great People” tersebut ditutup langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan dipandu Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si.
Forum tersebut menjadi bagian dari penyusunan program dan anggaran tahun 2027 yang diarahkan untuk mendukung penguatan transformasi digital, peningkatan reputasi internasional, tata kelola perguruan tinggi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Prof. Aan Jaelani menekankan pentingnya 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai landasan pembangunan universitas. Menurutnya, setiap unit kerja harus mampu menerjemahkan indikator tersebut menjadi program yang inovatif dan berdampak.
“Kampus yang bertahan di masa depan bukanlah kampus yang paling besar, tetapi kampus yang paling cepat beradaptasi dan berinovasi. Karena itu, setiap program yang kita susun harus memiliki nilai tambah, kebermanfaatan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara perguruan tinggi menjalankan layanan, pembelajaran, dan tata kelola. Karena itu, inovasi perlu terus dikembangkan di seluruh unit kerja, baik melalui digitalisasi layanan, penguatan riset, maupun pengembangan sistem pembelajaran.
Menurut Prof. Aan, pencapaian visi sebagai kampus dengan reputasi internasional membutuhkan budaya inovasi yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
“Jangan pernah takut berinovasi. Setiap unit memiliki potensi dan kekhasan yang bisa dikembangkan menjadi keunggulan. Kampus yang hebat adalah kampus yang mampu menciptakan solusi, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” katanya.
Ia menambahkan, status UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berbasis siber menjadi modal penting untuk mengembangkan model pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Ayus A. Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan penyusunan pagu indikatif.
Menurutnya, forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, mulai dari sinkronisasi program kerja, penyelarasan indikator kinerja, penguatan tata kelola, hingga strategi pengembangan universitas berbasis digital.
“Empat hari ini bukan hanya tentang menyusun anggaran, tetapi tentang merancang masa depan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Banyak ide, gagasan, dan strategi besar yang lahir dari forum ini untuk mempercepat transformasi universitas menuju kampus digital berkelas dunia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil penyusunan pagu indikatif akan menjadi dasar penyusunan program prioritas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun Anggaran 2027 agar lebih terukur, efektif, dan mendukung peningkatan kualitas institusi.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















