SUARA CIREBON – Sejak tahun 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya penanganan banjir rob di wilayah pantura, termasuk di Desa Ambulu, Kecamatan Losari. Dari koordinasi tersebut, Pemerintah Pusat diketahui tengah merencanakan pembangunan tanggul laut raksasa di wilayah pantura Jawa.
Bupati Cirebon, H Imron membenarkan perihal rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di wilayah Pantura Jawa. Menurut Imron, rencana pembangunan tanggul laut di pantura ini di antaranya meliputi wilayah Desa Ambulu, Kecamatan Losari.
Imron mengaku telah mengikuti pertemuan dengan Badan Otorita Pengelola Pantai utara Jawa (BOPPJ) yang membahas rencana pembangunan giant sea wall tersebut. Rencana pembangunan tanggul raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diharapkan mampu mengurangi dampak rob yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah pesisir laut termasuk di Desa Ambulu.
“Betul, belum lama ini ada pertemuan dengan BOPPJ dan ada rencana pembangunan giant sea wall itu. Tapi sekarang baru tahap pemetaan. Doakan saja semoga Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa terwujud,” kata Imron, Jumat, 19 Juni 2026.
Sebelumnya, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, meninjau langsung kondisi Desa Ambulu bersama sejumlah dinas terkait termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, guna melakukan pemetaan.
Menurutnya, ada beberapa titik baik di bagian timur dan barat di Desa Ambulu terkait dampak dari banjir rob yang sering melanda wilayah itu. Wakil Bupati (Wabup) menyampaikan, di wilayah timur Desa Ambulu telah dibangun tanggul penahan sepanjang sekitar 1,4 km. Namun, masih terdapat beberapa titik kebocoran yang akan segera diperbaiki oleh dinas terkait.
Menurut Wabup, pemerintah daerah juga menemukan sejumlah pintu air di wilayah barat desa yang perlu ditutup saat air laut pasang, agar tidak menjadi jalur masuk rob ke permukiman warga. Pemkab Cirebon juga berencana melakukan penataan di area bekas jembatan serta titik-titik dengan elevasi tanah rendah yang dinilai rawan menjadi jalur masuk air laut.
“Untuk jangka panjangnya, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kuwu Ambulu dan dinas terkait untuk mengonsultasikan ke pemerintah pusat dalam hal ini BOPPJ,” ujar Wabup.
Setiap tahun, Desa Ambulu Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon selalu dilanda banjir rob. Kondisi ini membuat masyarakat setempat dilanda kecemasan. Kondisi tersebut membuthkan penanganan serius dari pemerintah.
Banjir rob yang terus terjadi membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, terutama para petani tambak dan nelayan. Sebagian besar tambak milik warga rusak dan tidak lagi bisa dimanfaatkan, sehingga banyak warga tidak memiliki penghasilan.
“Setiap hari masyarakat tidak punya penghasilan karena tambaknya hancur semua. Kalau tidak ada penanganan, masyarakat bisa semakin terpuruk,” ujar salah satu warga Ambulu, Sanuri.
Banjir rob di Desa Ambulu telah berlangsung hampir sembilan tahun. Kondisi terparah terjadi pada tahun ini mengingat intensitas genangan semakin sering dan berlangsung lebih lama.
Kuwu Ambulu, Sunaji, mengatakan, selama ini warga menunggu perhatian langsung dari pemerintah atas persoalan banjir rob yang telah berlangsung bertahun-tahun. “Warga hanya butuh perhatian dan sentuhan dari pemerintah bahwa mereka hadir untuk masyarakat Desa Ambulu,” ungkapnya.
Sunaji berharap kunjungan Wabup dapat menghasilkan solusi nyata agar persoalan banjir rob di wilayah pesisir segera teratasi.
“Kami berharap banjir rob yang selama ini menjadi persoalan utama warga bisa segera tertanggulangi,” jelasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















