SUARA CIREBON – Sebanyak 40 petugas gabungan diterjunkan untuk mendatangi 88 lokasi usaha yang tersebar di salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Kabupaten Cirebon. Objek usaha yang menjadi sasaran pendataan meliputi hotel, restoran, klinik, bengkel, lembaga jasa keuangan hingga showroom kendaraan. Seluruh lokasi didatangi secara langsung guna memperoleh informasi aktual sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Dua bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon yang bertajuk MAPAG DATA sebagai upaya memperkuat kualitas data ekonomi dan perpajakan di daerah. Mapag Data merupakan program dengan kegiatan pengumpulan, pemutakhiran, dan verifikasi data lapangan.
Kepala KPP Pratama Cirebon Dua, Maulana Abdullah, mengatakan, Mapag Data merupakan bentuk sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan kualitas data dan informasi yang menjadi dasar pelaksanaan pengawasan serta pelayanan perpajakan.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga mencakup proses verifikasi, pembaruan, dan pengayaan informasi lapangan agar data yang dimiliki lebih lengkap dan akurat.
Maulana menjelaskan, data yang valid menjadi fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan yang lebih tepat sasaran. Karena itu, konfirmasi langsung di lapangan dinilai tetap diperlukan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya.
“Data yang baik tidak hanya berasal dari sistem, tetapi juga perlu dikonfirmasi langsung di lapangan. Itulah semangat Mapag Data,” ujar Maulana Abdullah.
Ia menegaskan, puluhan petugas yang diterjunkan itu melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha, wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, serta geotagging lokasi usaha. Informasi yang diperoleh akan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas data dan informasi yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak.
Maulana menambahkan, Jalan Tuparev dipilih sebagai lokasi kegiatan lantaran kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu koridor ekonomi paling strategis di Kabupaten Cirebon. Di kawasan tersebut, aktivitas bisnis didominasi sektor kuliner, perhotelan, perdagangan, dan berbagai jasa komersial.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas melakukan identifikasi potensi wilayah, wawancara dengan pelaku usaha, dokumentasi usaha, hingga pemetaan lokasi melalui geotagging untuk memperkuat basis data spasial.
Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kabupaten Cirebon, Fahmi Sudjati, menyampaikan, Pemkab Cirebon mendukung kegiatan tersebut karena data yang akurat menjadi kepentingan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Fahmi, data yang valid sangat penting untuk mendukung berbagai kebijakan pembangunan maupun pengelolaan pendapatan daerah.
“Pemerintah daerah dan KPP sama-sama membutuhkan informasi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Melalui kolaborasi ini, data yang diperoleh menjadi lebih lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Fahmi, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Fahmi, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan aktivitas ekonomi dan usaha di Kabupaten Cirebon. Selain itu, kolaborasi juga memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal.
Pihaknya berharap, Mapag Data dapat menjadi model sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun sistem data yang lebih berkualitas.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa data yang akurat dan berkualitas dibangun melalui kerja sama serta kehadiran langsung di tengah aktivitas masyarakat,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















