SUARA CIREBON – Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Cirebon, Tatang Ismail menggelar Reses Ketiga Tahun Sidang 2025-2026 di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Sabtu, 27 Juni 2026.
Dalam reses tersebut, pria yang juga menjabat ketua Fraksi PKB itu menerima aspirasi terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) warga yang dinonaktifkan pemerintah.
Warga Warukawung, Kecamatan Depok, Agung menyayangkan penonaktifan BPJS Kesehatan PBI tersebut. Pasalnya, saat dibutuhkan warga, BPJS justru tidak bisa digunakan. Menurut Agung, kasus ini sangat melelahkan masyarakat, terlebih mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.
“Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan segera mungkin, karena masalah BPJS ini merupakan masalah yang cukup krusial bagi masyarakat,” ujar Agung kepada Tatang.
Sementara itu, Ruslani warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok mengatakan kondisi sampah di Desa kejuden ini terbilang memperihatinkan. Pasalnya kondisi saat ini banyak tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) yang ada di Desa kejuden mengalami penumpukan.
“Contohnya di Blok Petapan sampah sudah melebihi kapasitas. Sampai hampir melebar ke jalan raya,” ujar Ruslani.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Tatang Ismail mengatakan, BPJS Kesehatan PBI yang nonaktif terjadi setelah adanya pemutakhiran dan pemadanan data. Hal itu untuk memastikan agar subsidi iuran kesehatan benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tatang menyebut, ada beberapa penyebab BPJS Kesehatan PBI nonaktif, salah satunya peningkatan status ekonomi dimana peserta dinilai sudah tidak lagi tergolong sangat miskin atau sangat tidak mampu.
“Berdasarkan verifikasi data Kementerian Sosial, data tidak sesuai atau ganda, terdapat ketidaksesuaian data kependudukan (NIK tidak valid) atau peserta tercatat memiliki lebih dari satu jenis kepesertaan BPJS Kesehatan (dobel dengan BPJS perusahaan/mandiri),” tegasnya.
Terkait permasalahan sampah, Tatang mengaku sudah langsung kordinasi dengan pihak DLH. Kebetulan saat ini permasalahan sampah ini sedang mengali kendala yang serius.
“Saat ini TPAS di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan sudah ditutup. Untuk itu kami meminta masyarakat bersabar dan saya tengah mengupayakan agar sampah-sampah di Kecamatan Depok dan sekitarnya bisa segera terangkat semua,” tutupnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















