SUARA CIREBON – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem.
Hal tersebut disampaikan Siti Maria, usai menghadiri rapat pimpinan di Balai Kota Cirebon, pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Maria, fenomena peningkatan suhu udara yang terjadi saat ini kian hari kian meningkat dan kerap disebut oleh para ahli sebagai “Godzilla El Nino”.
“Yang dikatakan oleh para ahli adalah Godzilla El Nino. Memang kelihatannya semakin hari suhu semakin meningkat. Maka dari itu, kami dari Dinas Kesehatan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk jaga kesehatan,” ujar Maria.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari cuaca panas ekstrem tersebut, Dinas Kesehatan Kota Cirebon mengeluarkan beberapa poin rekomendasi bagi masyarakat, di antaranya, hindari terik matahari langsung.
“Apabila memungkinkan, diupayakan untuk hindari beraktivitas terlalu lama di jalanan pada saat matahari sedang puncak-puncaknya,” sarannya.
Jika kondisi sangat panas, Maria menyarankan masyarakat untuk berteduh atau menggunakan pelindung seperti topi.
“Selain itu, perbanyak konsumsi air putih. Minum air putih dalam jumlah yang cukup, terutama saat cuaca sangat menyengat. Dengan kita minum air putih dalam jumlah yang cukup itu akan membantu tubuh untuk menurunkan suhu tubuh dan menghindari heat stroke, serta mengurangi risiko dehidrasi,” jelasnya.
Maria juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker. Penggunaan masker sangat dianjurkan, terutama bagi warga yang beraktivitas di jalanan yang berdebu atau saat kondisi tubuh sedang kurang sehat. Menurutnya, langkah ini dapat menurunkan terjadinya penularan daripada penyakit saluran pernapasan.
Cuaca kemarau dan kering saat ini memicu peningkatan beberapa penyakit seperti ISPA, gangguan kulit, kulit kering, hingga alergi. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan losion kulit guna mengurangi dampak dehidrasi pada kulit.
“Kami tak bosan mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh secara umum. Tidur yang cukup, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan jangan lupa untuk olahraga,” tambahnya.
Ia menyebut, dampak dari cuaca ekstrem ini juga mulai terlihat pada fasilitas kesehatan di Kota Cirebon. Menurutnya, angka kunjungan pelayanan di Puskesmas hingga saat ini terpantau cukup tinggi.
“Pelayanan di Puskesmas terpantau cukup tinggi,” ungkapnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan akan segera melakukan penarikan data lapangan guna memetakan tren penyakit yang paling banyak diderita warga selama cuaca ekstrem ini.
“Nanti kami akan tarik data untuk 10 penyakit terbesar,” katanya.
Sementara itu, terkait kesiapan personel di Puskesmas, ia memastikan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang bertugas masih berjalan normal seperti sedia kala tanpa adanya penambahan personel.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















