SUARA CIREBON – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon menggelar Reses Ketiga Tahun Sidang 2025-2026 di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Reses juga dilaksanakan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia selama tiga hari, 24-26 Juni 2026 lalu.
Dalam reses tersebut, Sophi mendengar dan menampung aspirasi masyarakat di dapilnya. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran.
“Saya menerima berbagai masukan terkait layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, hingga pengelolaan sampah,” kata Sophi dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.
Sophi menjelaskan, dalam yang dilaksanakan di Desa Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, dirinya menerima keluhkan layanan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan. Padahal, sejumlah warga penerima manfaat BPJS Kesehatan PBI tersebut, tergolong masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
“BPJS Kesehatan ini hal krusial di masyarakat, khususnya bagi yang tidak aktif. Sehingga, perlu adanya peran serta seluruh pihak,” kata Sophi.
Sophi mengaku, akan berupaya maksimal untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan PBI warga kurang mampu.
“Aspirasi masyarakat mengenai BPJS Kesehatan ini akan dijadikan bahan rapat bersama para anggota DPRD dengan pihak terkait,” tegasnya.
Sophi mengaku berterima kasih kepada warga yang telah menyampaikan aspirasinya dan berjanji akan mengawal hal tersebut.
“Terima kasih kepada masyarakat telah hadir dan memberikan berbagai aspirasi secara langsung,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Pabuaran, Doni mengungkapkan, reses yang dilaksanakan anggota DPRD Dapil VI sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia ini sangat diperlukan, agar masyarakat tersampaikan langsung pada wakil rakyat.
“Diharapkan, aspirasi yang disampaikan warga terealisasi, khususnya BPJS Kesehatan warga yang non aktif,” harapnya.
Doni mengatakan reses yang digelar bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno cukup berarti. Pasalnya, masyarakat juga diingatkan tentang pentingnya pondasi Ideologi Negara.
“Bulan Juni memuat tiga tonggak sejarah utama yakni, kelahiran Ir. Soekarno pada 6 Juni 1901, lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, dan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970,” katanya.
“Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai Proklamator, tetapi juga sebagai arsitek bangsa yang meletakkan pondasi ideologi negara melalui pidatonya di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945,” imbuhnya.
Doni menambahkan, peringatan bulan Bung Karno kali ini, salah satunya diisi dengan santunan puluhan anak yatim sekaligus penyerahan SK kepengurusan ranting se-kecamatan ini.
“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung aman dan tertib dan semoga pemilu mendatang, menjadi kemenangan PDI Perjuangan dengan memperkuat akar rumput hingga tingkat desa,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















