SUARA CIREBON – Sejumlah nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, memilih menghentikan sementara aktivitas melaut. Hal ini dikarenakan hasil tangkapan yang terus menurun tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap kali berangkat melaut.
Ketua Nelayan Citemu, Sutirno, mengatakan, kondisi tersebut terutama dirasakan nelayan pengguna jaring kejer dan jaring garok. Nasib serupa dirsakan nelayan jaring wuwu yang membutuhkan biaya tambahan untuk menyiapkan umpan.
“Sekarang hasil tangkapan sangat minim. Sekali melaut kadang hanya mendapat dua ekor rajungan saja, sementara modal terus membengkak,” ujar Sutirno, Selasa, 30 Juni 2026.
Sutirno menjelaskan, harga berbagai kebutuhan melaut mengalami kenaikan cukup tinggi. Harga rajungan brangkas kini mencapai Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp50.000. Sementara harga daging rajungan pecah kulit (PK) mencapai sekitar Rp400.000 per kilogram.
“Harga rajungan sekarang naik dua kali lipat, tetapi hasil dari melaut justru kosong. Kondisi ini membuat nelayan semakin berat untuk menutup biaya operasional,” katanya.
Biaya kebutuhan melaut, seperti biaya solar dan kebutuhan operasional lainnya untuk satu perahu yang diawaki lima orang sedikitnya mencapai Rp300.000 sekali berangkat. Namun, hasil penjualan ikan yang diperoleh terkadang hanya sekitar Rp50.000 karena tangkapan hanya dua ekor.
Kondisi tersebut membuat para nelayan selalu mengalami “nendo”, istilah yang biasa digunakan nelayan setempat untuk menggambarkan keadaan terus menambah utang setiap kali melaut karena hasil yang diperoleh tidak mampu menutupi modal.
“Kalau terus melaut, bukannya untung malah nambah utang. Makanya banyak yang memilih berhenti sementara,” ungkapnya.
Saat ini, sebagian besar nelayan memanfaatkan waktu untuk ngiteng, yakni memperbaiki jaring yang rusak, sekaligus melakukan perawatan dan perbaikan perahu sambil menunggu datangnya musim tangkapan rajungan yang diharapkan dapat kembali meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan mereka.
“Kami berharap musim rajungan segera datang agar nelayan bisa kembali melaut dengan harapan hasilnya lebih baik,” tutup Sutirno.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















