Senin, Juli 6, 2026
No Result
View All Result
Suara Cirebon
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
Suara Cirebon
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Polemik Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda, Lanjut Legislasi, Akademisi Menolak

Dede Kurniawan by Dede Kurniawan
Senin, 6 Juli 2026
in Cirebon, Berita Utama, Jawa Barat, Politik
Reading Time: 3 mins read
A A
Polemik Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda, Lanjut Legislasi, Akademisi Menolak

Audiensi Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat di ruang Komisi I DPRD Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.* (Foto: Humas DPRD Jawa Barat)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyetujui usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda ditindaklanjuti ke tahapan legislasi.

Hal itu diputuskan semua fraksi di DPRD Jawa Barat, usai menerima audiensi Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat di ruang Komisi I DPRD Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menekankan, agar perubahan nama provinsi tidak hanya berorientasi pada perubahan identitas, tetapi harus sejalan dengan upaya mewujudkan keadilan fiskal, pemerataan pelayanan publik hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Jabar.

Https://Collshp.com/Arifwzher Https://Collshp.com/Arifwzher Https://Collshp.com/Arifwzher

“Kami mendengarkan secara langsung penjelasan dari para pengusul (Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat) yang telah menyiapkan naskah akademik. Namun, perjuangan ini harus selaras dengan agenda besar DPRD Jawa Barat, yaitu memperjuangkan keadilan fiskal, pemerataan pelayanan publik agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar,” kata Ono Surono.

Hingga saat ini lanjut Ono Surono, masih terdapat ketimpangan fiskal antara Jabar dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketimpangan tersebut, terlihat dari perbedaan jumlah kabupaten atau kota maupun desa yang berdampak pada alokasi anggaran dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, DPRD Jawa Barat menilai pembahasan perubahan nama provinsi tidak boleh hanya berfokus pada aspek simbolik, tetapi harus memiliki tujuan yang jelas dalam memperkuat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September

Senin, 6 Juli 2026
Dputr Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-Gorong

DPUTR Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-gorong

Senin, 6 Juli 2026
Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar Ke-35 Nu, Tiga Pesantren Di Cirebon Disurvei Pbnu

Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar ke-35 NU, Tiga Pesantren di Cirebon Disurvei PBNU

Senin, 6 Juli 2026
Target Juara Umum Popwilda Jabar Realistis, Wabup Cirebon Dorong Atlet Tampilkan Performa Terbaik

Target Juara Umum Popwilda Jabar Realistis, Wabup Cirebon Dorong Atlet Tampilkan Performa Terbaik

Minggu, 5 Juli 2026

Selain itu, prosesnya pun tidak berhenti di tingkat daerah. Keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku. Sama halnya dengan usulan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB).

“Sebelum mengambil keputusan, DPRD Jawa Barat akan memperluas ruang partisipasi publik melalui berbagai forum. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dari berbagai wilayah dan latar belakang budaya di Jawa Barat dapat menyampaikan pandangannya,” ucapnya.

Di sisi lain, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda menuai polemik di tengah masyarakat. Berbagai tokoh adat, pengamat kebijakan hingga akademisi menilai isu sensitif ini bukan merupakan prioritas yang mendesak, mengingat masih banyak persoalan ekonomi yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Guru Besar Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Sugianto SH MH, menilai wacana perubahan nama Jawa Barat ke Tatar Sunda kurang inklusif dan tidak mewakili seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat. Sehingga, munculnya penolakan dari masyarakat adalah hal yang sangat wajar.

“Jika Jawa Barat ingin berganti nama menjadi Tatar Sunda, maka wilayah Cirebon dan sekitarnya harus dilepaskan menjadi provinsi mandiri terlebih dahulu agar tidak memicu gesekan identitas,” kata Sugianto, Sabtu, 4 Juli 2026.

Sugianto menyebut, meski suku utama di Jawa Barat adalah Sunda, namun terdapat sejumlah daerah yang tidak masuk dalam suku Sunda seperti Cirebon dan Indramayu, dan Betawi yang terdiri dari Bekasi dan Depok.

“Pada prinsipnya, kondisi daerah Jabar ini bukan hanya Sunda, tapi ada Jawa—salah satunya Cirebon. Masyarakat menganggap Cirebon itu bukan Tatar Sunda,” jelas Sugianto.

Terpisah, pengamat kebijakan publik Cirebon, Rizky Pratama mengintakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lebih mengedepankan kebijakan yang aspiratif dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dibandingkan menghadirkan kebijakan yang bersifat simbolik.

Rizky menilai Jawa Barat saat ini telah berkembang menjadi wilayah yang sangat majemuk. Selain masyarakat Sunda, provinsi ini dihuni oleh berbagai etnis dan latar belakang budaya, termasuk masyarakat Cirebon, Jawa, Betawi, Tionghoa, dan kelompok masyarakat lainnya yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial Jawa Barat.

“Jawa Barat sudah menjadi rumah bersama. Karena itu, pemimpin harus melihat realitas hari ini, bukan hanya romantisme masa lalu. Sejarah penting untuk menjaga identitas, tetapi masa depan membutuhkan kebijakan yang mampu merangkul seluruh masyarakat,” ujar Rizky.

Ia mengingatkan bahwa perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda berpotensi memunculkan penolakan dari sejumlah daerah yang memiliki identitas sejarah dan budaya berbeda.

“Ini bukan hanya soal Cirebon. Ada banyak kelompok masyarakat yang memiliki identitasnya sendiri. Jangan sampai kebijakan ini justru memunculkan kesan bahwa ada identitas yang lebih diutamakan dibanding yang lain,” katanya.

Menurutnya, kepemimpinan akan lebih dikenang apabila mampu menghadirkan kesejahteraan dibandingkan sekadar melahirkan kebijakan simbolik.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyatukan keberagaman, mendengar aspirasi seluruh kelompok masyarakat, serta menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi rakyat. Itulah tantangan Jawa Barat hari ini dan masa depan,” pungkasnya.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: Provinsi Jawa BaratProvinsi Tatar Sunda
Dede Kurniawan

Dede Kurniawan

Berita Terkait

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September
Cirebon

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September

by Islahuddin
Senin, 6 Juli 2026
Dputr Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-Gorong
Cirebon

DPUTR Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-gorong

by Islahuddin
Senin, 6 Juli 2026
Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar Ke-35 Nu, Tiga Pesantren Di Cirebon Disurvei Pbnu
Cirebon

Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar ke-35 NU, Tiga Pesantren di Cirebon Disurvei PBNU

by Vicky Sugiarto
Senin, 6 Juli 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023
Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis Atau Diabetes

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023
Bkpsdm Kabupaten Cirebon Segera Panggil Oknum Pns Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen Pppk

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026
Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023
Foto: Forum Osis Jabar - Suara Cirebon

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir Di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, Dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Link Tayangan Ulang Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus Dan Yayat Intai Penghianat, Hp Ajun Dijambret Oo

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon Amin Ditangkap Kejaksaan

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September

Kemarau Panjang El Nino Sedang Berlangsung, Puncak Kekeringan September

Senin, 6 Juli 2026
Dputr Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-Gorong

DPUTR Kabupaten Cirebon Prioritaskan Perbaikan Gorong-gorong

Senin, 6 Juli 2026
Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar Ke-35 Nu, Tiga Pesantren Di Cirebon Disurvei Pbnu

Masuk Daerah Calon Lokasi Muktamar ke-35 NU, Tiga Pesantren di Cirebon Disurvei PBNU

Senin, 6 Juli 2026
Polemik Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda, Lanjut Legislasi, Akademisi Menolak

Polemik Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda, Lanjut Legislasi, Akademisi Menolak

Senin, 6 Juli 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.