SUARA CIREBON – Tim Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) melakukan survei ke tiga pesantren di Kabupaten Cirebon, yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Kempek, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Sabtu, 4 Juli 2026.
Survei yang dilakukan perwakilan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) tersebut, sebagai bagian dari persiapan penentuan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus 2026 mendatang.
Tim survei terdiri atas Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya.
Turut mendampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi.
‎Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, menjelaskan, tim survei meninjau berbagai aspek penting, mulai dari fasilitas persidangan, akses transportasi, akomodasi, hingga kelancaran mobilitas peserta dan tamu.
‎”Muktamar diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta. Di luar itu akan ada ribuan warga Nahdliyin yang juga hadir. Karena itu kami melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi, baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun akses pendukung lainnya,” ujar Kiai Yazid.
Menurutnya, hasil kunjungan lapangan belum menjadi keputusan akhir, karena seluruh temuan akan dilaporkan kepada panitia pusat untuk dibahas lebih lanjut.
‎”Kami tidak menentukan satu lokasi, di Cirebon ada tiga pesantren yang disurvei. Tugas kami menyampaikan hasil survei apa adanya,” katanya.
Dari hasil servei tersebut, Pondok Buntet Pesantren dinilai cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah muktamar. Namun Yazid menegaskan, keputusan final akan ditentutan berdasarkan rapat dari Tim SC maupun OC.
‎Saat meninjau Pondok Buntet Pesantren, tim melihat sejumlah fasilitas yang dinilai mendukung penyelenggaraan muktamar, termasuk gedung berkapasitas besar untuk sidang pleno serta lapangan yang selama ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar.
‎”Untuk pelaksanaan pleno sudah tersedia gedung yang cukup besar. Jika diperlukan kapasitas lebih, tersedia lapangan yang telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan besar, bahkan pernah menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden,” tandasnya.
‎Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, mengatakan, kesiapan penuh apabila Kabupaten Cirebon ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
‎”Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insyaallah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap,” tegasnya.
‎Senada, Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat, menyebut hasil peninjauan tim PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan pesantren. ‎Tim meninjau berbagai fasilitas, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.
‎”Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami, secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, Insya Allah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” katanya.
Untuk diketahui, Cirebon menjadi salah satu daerah yang diusulkan sebagai calon tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Selain pesantren di Cirebon, tim Panitia Muktamar ke-35 NU juga menyurvei Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok NTB dan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang juga akan disurvei sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar.
‎‎ Keputusan lokasi akan difinalkan pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU pada Selasa, 7 Juli 2026, setelah tim survei menyelesaikan peninjauan ke sejumlah pondok pesantren kandidat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















