SUARA CIREBON – Sebanyak 95 hektare sawah di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, mengalami kekeringan, akibat musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisapu mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon segera memperbaiki saluran irigasi yang sudah lama tidak berfungsi optimal.
Kuwu Kalisapu, Suhana, menjelaskan, persoalan yang dihadapi petani bukan hanya dampak musim kemarau, tetapi juga terhambatnya aliran irigasi dari wilayah Jatisawit menuju Desa Kalisapu. Akibatnya, seluruh areal persawahan seluas sekitar 95 hektare kini mengalami kekeringan.
”Yang terdampak kekeringan mencapai kurang lebih 95 hektare. Kami berharap Dinas Pengairan segera melakukan perbaikan saluran dari Jatisawit ke Kalisapu. Sawah di Kalisapu merupakan sawah tadah hujan, dalam setahun hanya bisa panen sekali, padahal masyarakat ingin bisa dua kali panen,” ujar Kuwu Suhana, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Suhana, saluran irigasi di lahan sawah desanya sebenarnya masih berfungsi. Ironisnya, lanjut dia, air sudah bertahun-tahun tidak lagi mengalir dari saluran induk ke ke irigasi wilayah Kalisapu.
”Irigasi ada di depan, tapi tidak jalan. Dulu sekitar tahun 1970-an sampai 1980-an air melimpah. Memasuki tahun 2000-an aliran mulai terhambat. Air dari Jatisawit tidak sampai ke Kalisapu. Dari Dinas Pengairan juga belum terlihat ada respons,” ucapnya.
Pemerintah Desa berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi dan perbaikan jaringan irigasi, agar petani tidak terus bergantung pada hujan.
“Dengan pasokan air yang memadai, produktivitas pertanian di Desa Kalisapu diharapkan dapat meningkat dan petani bisa kembali melakukan panen lebih dari sekali dalam setahun,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















