SUARA CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon akan segera memperbaiki Alun-alun Pataraksa. Untuk keperluan tersebut, anggaran sebesar Rp475 juta telah disiapkan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap lelang.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Lukman Hakim, mengingatkan DLH untuk tidak menganggap remeh proyek pembenahan Alun-alun Pataraksa, meski nilai anggaran yang digelontorkan relatif kecil. Hal itu agar, DLH tidak mengulang kegagalan di masa lalu.
Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama karena kawasan tersebut merupakan wajah sekaligus ikon pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon.
“Kontraktor yang memenangkan lelang nanti jangan sampai hanya mengejar keuntungan, tetapi harus bertanggung jawab menghasilkan bangunan yang kokoh dan berkualitas. Kami minta kontraktor bekerja secara profesional, agar tidak mengulang peristiwa kelam beberapa tahun lalu dari hasil pembangunan Alun-alun Pataraksa ini,” ujar Lukman, Kamis, 8 Juli 2026.
Lukman menilai, kegagalan proyek di kawasan strategis tersebut akan mencoreng citra Pemerintah Kabupaten Cirebon. Karena itu, pihaknya meminta DLH selaku pelaksana kegiatan memperketat pengawasan sejak proses pekerjaan dimulai hingga selesai.
“Walaupun anggarannya hanya Rp475 juta, jangan sampai perbaikan ini kembali meninggalkan luka. Pengawasan harus benar-benar ketat agar kualitas bangunannya terjamin,” tegasnya.
Lukman menyadari, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat perbaikan Alun-alun Pataraksa belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Belum lagi kebijakan efisiensi anggaran di berbagai perangkat daerah juga menjadi salah satu penyebab pembenahan dilakukan secara bertahap.
“Tapi, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan alun-alun dibiarkan terus terbengkalai. Pemerintah daerah harus punya komitmen yang jelas, agar perbaikan bisa tuntas secara bertahap sampai 100 persen,” ujarnya.
Artinya, lanjut Lukman, jangan sampai perbaikan hanya di tahap awal dan berhenti tanpa kejelasan. Terlebih, kondisi Alun-alun Pataraksa saat ini sangat memprihatikan, bahkan memalukan. Sebagai kawasan yang kerap dilintasi tamu dari luar daerah, keberadaannya dinilai belum mencerminkan pusat pemerintahan.
“Setiap ada tamu dari luar daerah datang, mereka melihat langsung kondisi Alun-alun Pataraksa yang terbengkalai. Ini yang kemudian menjadi kesan yang kurang baik bagi citra Kabupaten Cirebon,” katanya.
Karena itu, tambah Lukman, pembenahan kali ini harus benar-benar menghasilkan perubahan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, anggaran Rp475 juta tersebut disiapkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan.
Dede memprediksi, proses lelang selesai pada pertengahan Agustus mendatang, sehingga pekerjaan bisa segera dimulai. Ia menegaskan, fokus pekerjaan tahun ini diarahkan pada perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan agar kawasan alun-alun kembali nyaman digunakan masyarakat.
“Beberapa pekerjaan yang akan diperbaiki meliputi pengecatan sejumlah fasilitas, perbaikan galeri yang mengalami kerusakan, pembenahan reling atau pagar, perbaikan lantai yang ambles, hingga tangga yang rusak,” terangnya.
Menurutnya, pembenahan Alun-alun Pataraksa dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan anggaran. Sebab, jika dihitung total, kebutuhan riil untuk menata kembali seluruh kawasan Alun-alun Pataraksa diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
“Kalau dihitung secara keseluruhan kebutuhannya sekitar Rp3 miliar. Tetapi dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, yang penting ada progres dulu. Kita benahi sedikit demi sedikit sampai tuntas 100 persen,” ungkapnya.
Selain melakukan perbaikan fisik, lanjut Dede, pihaknya juga berencana mengajak pimpinan daerah serta para budayawan untuk berdiskusi mengenai konsep pengembangan Alun-alun Pataraksa ke depannya.
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru alun-alun yang tidak hanya representatif sebagai ruang publik, tetapi juga memiliki nilai budaya dan identitas daerah.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















