SUARA CIREBON – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Cirebon mengalami penyesuaian. Pelaksanaan MPLS yang semula dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli 2026, diundur pada 31 Juli mendatang.
Penyesuaian jadwal ini mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor persiapan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat, 10 Juli 2026.
Person in Charge (PIC) SR Kabupaten Cirebon, Suratna, mengatakan, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon sebelumnya menargetkan jadwal MPLS pada Sekolah Rakyat pada 31 Juli 2026.
Namun, menurut Suratna, mengatakan, pelaksanaan MPLS SR Kabupaten Cirebon mengalami penyesuaian waktu, karena menunggu kesiapan sarana dan prasarana bangunan sekolah.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin memaksakan kegiatan dimulai sebelum seluruh fasilitas benar-benar siap dan aman bagi para siswa.
“Ada penyesuaian karena menunggu kesiapan pembangunan. Kalau dipaksakan, kami khawatir kurang aman untuk anak-anak,” ujar Suratna.
Menurut Suratna, saat ini progres pembangunan SR Kabupaten Cirebon telah mencapai sekitar 80 persen. Pihaknya optimistis seluruh fasilitas dapat segera diselesaikan sebelum pelaksanaan MPLS.
“Bangunannya sudah sekitar 80 persen. Insyaallah bisa cepat selesai,” jelasnya.
Suratna memastikan tidak ada kendala lain dalam pelaksanaan program tersebut. Termasuk tenaga pendidik yang telah disiapkan melalui mekanisme seleksi nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan.
“Guru sudah siap. Saat ini masih dalam proses seleksi nasional. Semua sudah disiapkan oleh kementerian,” paparnya.
Sementara untuk jumlah peserta didik, pihaknya masih melakukan optimalisasi agar kuota yang tersedia dapat terpenuhi. Selain siswa dari daerah setempat, SR Kabupaten Cirebon juga akan menerima siswa dari daerah sekitar seperti Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Kota Cirebon.
Ia menyebut, ada sebanyak 270 siswa dari tiga daerah tersebut akan dititipkan di SR Kabupaten Cirebon selama satu tahun. Setelah itu, mereka akan melanjutkan pendidikan di SR daerah masing-masing.
Dengan adanya siswa dari berbagai wilayah tersebut, total peserta didik yang akan mengikuti program SR Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai 540 siswa.
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik hadirnya SR sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemerataan akses pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat atas perhatian kepada Kabupaten Cirebon. Alhamdulillah tahun ini kita bisa melaksanakan launching Sekolah Rakyat,” ujar Agus.
Menurut Wabup, pendidikan merupakan hak seluruh warga negara sehingga keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam membuka kesempatan belajar yang lebih luas.
“Dengan jumlah siswa sekitar 540 orang, mudah-mudahan program ini memberikan manfaat. Karena pendidikan adalah hak semua warga negara,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















