SUARA CIREBON – Pemkab Cirebon memastikan Sekolah Rakyat (SR) Terpadu Kabupaten Cirebon siap diluncurkan pada 31 Juli 2026. Peluncuran SR tersebut sebagai bagian dari program nasional yang digagas Presiden untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, mengatakan, peluncuran SR tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Menurut Wabup, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan melalui pembangunan SR di Kabupaten Cirebon.
“Saya mewakili Pak Bupati mengikuti rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat. Insyaallah launching akan dilaksanakan pada 31 Juli tahun ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian kepada Kabupaten Cirebon sehingga tahun ini kita bisa me-launching Sekolah Rakyat,” ujar Jigus, sapaa akrab Wabup Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi nantinya akan menampung 540 siswa. Sebanyak 270 siswa berasal dari Kabupaten Cirebon, sementara 270 siswa lainnya berasal dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kota Cirebon.
Menurut Jigus, kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat karena pendidikan merupakan hak seluruh warga negara,” ucapnya.
Dukungan yang diberikan Pemkab Cirebon terhadap SR yang berlokasi di Kelurahan Kaliwadas ini, patut diapresiasi. Sejak awal pembangunan hingga menjelang operasional sekolah, dukungan dari Pemkab Cirebon tak bisa dipandang sebelah mata.
Selain menyiapkan lahan, memproses perizinan, dan membangun jalan baru, menjelang operasional sekolah ini pemerintah daerah juga menyiapkan guru tamu atau guru sementara, menjamin kebersihan lingkungan sekolah, hingga melakukan pengecekan kesehatan para siswa SR dan lainnya.
Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon, Suratna, menjelaskan proses persiapan terus dikebut agar seluruh fasilitas siap digunakan sebelum peresmian. Menurut Suratna, semula kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) direncanakan berlangsung pada 13 Juli. Namun jadwal tersebut disesuaikan karena proses pembangunan fisik gedung belum sepenuhnya selesai.
“Harapannya Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon bisa mulai MPLS pada 21 Juli, kemudian tanggal 30 Juli orang tua menyerahkan anak kepada pihak sekolah. Awalnya memang direncanakan tanggal 13 Juli, bukan mundur, tapi menyesuaikan dengan kesiapan pembangunan. Kalau dipaksakan justru kurang aman bagi anak-anak,” kata Suratna.
Selain penyelesaian bangunan, ia menyebut seluruh persiapan lainnya telah berjalan sesuai rencana. Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan maupun dinas terkait telah dilakukan, sementara proses seleksi guru masih berlangsung melalui mekanisme seleksi nasional.
“Kalau yang lainnya sudah siap. Tinggal bangunannya saja yang diselesaikan. Guru juga sedang dalam proses seleksi nasional,” ujar jelasnya.
Terkait penerimaan peserta didik, Suratna mengakui jumlah siswa yang mendaftar masih terus dioptimalkan untuk memenuhi kuota yang tersedia. Namun ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena waktu pendaftaran masih berlangsung.
“Saat ini sedang dilakukan optimalisasi untuk memenuhi kuota siswa. Masih ada waktu dan kami optimistis kuota akan terpenuhi,” paparnya.
Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Cirebon menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata bagi wilayah Cirebon dan sekitarnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















