SUARA CIREBON – Kebakaran di Cirebon. Dua peristiwa kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Cirebon. Kebakaran pertama menimpa rumah dan kandang kambing milik warga di Blok Puhun, RT 005, RW 002, Desa Pasawahan, Kecamatan Susukanlebak. Akibat kejadian itu, delapan ekor kambing mati terpanggang dan sejumlah barang di dalam kamar yang berada di dekat kandang kambing hangus di lalap si jago merah.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, kejadian tersebut diduga berasal dari pembakaran rumput sisa pakan kambing yang diduga dilakukan pemilik kemudian ditinggalkan begitu saja, pada Senin, 20 Juli 2026 malam.
“Menurut keterangan warga sekitar, api awal diduga dari pembakaran sisa pakan kambing yang ditinggalkan oleh pemilik/oknum yang berada di arah selatan belakang rumah,” ujar Eno, Selasa, 21 Juli 2026.
Eno menjelaskan, kondisi angin yang kencang saat itu membuat percikan api dari sisa pembakaran pakan menjalar ke kandang kambing. Saat itu, warga melihat kondisi api sudah besar dan sudah menjalar ke kamar yang berdekatan dengan kandang kambing.
Khawatir api meluas ke ruangan dan bangunan lainnya, warga setempat langsung melaporkan kebakaran tersebut ke Pos Damkar Sektor Lemahabang. Sambil menunggu Damkar tiba, warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.
“Total kambing yang terbakar berjumlah 8 ekor. Pada saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di rumah,” kata Eno.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim damkar berjibaku selama 45 menit. Kemudian, tim melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Pemadaman selesai sampai pukul 21.45 WIB dan dilanjutkan dengan pendinginan sampai pukul 22.02 WIB,” terangnya.
Selain delapan ekor kambing mati terpanggang, insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah barang yang ada di dalam kamar seperti lemari, dipan, kipas angin, dompet berisi uang Rp250 ribu dan KTP ludes terbakar.
“Penyebab kebakaran diduga dari oknum/pemilik yang membakar sisa pakan kambing yang ditinggalkan. Kerugiannya diperkirakan Rp 40 juta dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Di hari yang sama, kebakaran melanda Pondok Pesantren Al-Anwariyah, Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun. Anggota Destana Tegalgubug Lor, Zaky Masykuri melaporkan, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB.
Menurutnya, awal kebakaran pondok pesantren tersebut diketahui oleh sejumlah saksi yang melihat percikan api di lantai 3 yang merupakan tempat menjemur pakaian para santri dan tempat penyimpanan barang tidak terpakai. Kobaran api lalu menjalar ke kayu dan plafon di lantai 3 tersebut.
Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Arjawinangun. Selanjutnya, pihak Polsek menghubungi Damkar Kecamatan Arjawinangun. Api berhasil dipadamkan dengan menggunakan empat unit truk tangki Damkar.
“Penyebab kebakaran menurut keterangan saksi-saksi, diduga kuat akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dan luka. Kerugian masih ditaksir,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















