SUARA CIREBON – Musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran lahan dan kekeringan di Kabupaten Cirebon. Sepanjang Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat 12 kejadian bencana, dengan 11 di antaranya berupa kebakaran lahan.
Kejadian tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 15 desa. Total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 16 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengatakan kondisi kemarau menjadi faktor utama meningkatnya kejadian kebakaran lahan.
“Kejadian didominasi kebakaran lahan akibat kemarau ini,” ujar Syamsul Huda, Jumat, 4 September 2026.
Selain kebakaran lahan, BPBD Kabupaten Cirebon juga mencatat kejadian kekeringan yang berdampak terhadap 9.803 jiwa. Sejumlah warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat kondisi tersebut.
BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 53.000 liter kepada masyarakat terdampak selama Agustus 2026.

Pasar Tegal Gubug Juga Dilanda Kebakaran
Selain bencana akibat kondisi alam, BPBD Kabupaten Cirebon juga mencatat kejadian nonalam berupa kebakaran besar di kawasan Pasar Tegal Gubug.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 85 unit kios pedagang mengalami kerusakan.
Syamsul mengatakan, kondisi kemarau masih menjadi ancaman utama yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama terhadap potensi kebakaran lahan dan kekeringan.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing dan melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.
BPBD Kabupaten Cirebon terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai rawan bencana serta menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Menurut Syamsul, upaya mitigasi dan pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko korban maupun kerugian material.
“Pencegahan menjadi kunci utama agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















