SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum berencana menggelar salat Istisqa meski sejumlah wilayah mulai terdampak musim kemarau dan mengalami keterbatasan air bersih.
Bupati Cirebon H Imron mengatakan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Cirebon untuk membahas kemungkinan pelaksanaan salat meminta hujan tersebut.
“Kami akan koordinasi dulu dengan MUI dan Kesra apakah perlu dilaksanakan salat Istisqa atau tidak,” ujar Imron, Kamis (24/9/2026).
Menurut Imron, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Cirebon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus memantau dampak musim kemarau terhadap masyarakat.
“Kami juga terus memantau perkembangan dampak musim kemarau di masyarakat,” katanya.
Selain pemantauan, Pemkab Cirebon telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Distribusi air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, mulai dari bagian barat hingga timur.
Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kesulitan air.
Pemkab Cirebon memastikan penanganan dampak musim kemarau tetap dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, terutama untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















