SUARA CIREBON – Pemkab Cirebon memanfaatkan ajang Kunci Bersama Summit 2026 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026, untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus mengajak para investor menanamkan modal di Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Drs H. Imron, MAg mengatakan, Kabupaten Cirebon memiliki potensi yang besar untuk mendukung pengembangan berbagai sektor usaha, mulai dari industri, manufaktur, pariwisata, hingga jasa.
Menurut Imron, posisi strategis daerah serta besarnya jumlah penduduk menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan investasi.
“Kabupaten Cirebon memiliki potensi yang sangat besar. Kami menaungi 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 2,5 juta jiwa. Ini merupakan modal demografi dan pasar yang luar biasa,” kata Imron.
Dalam forum tersebut, Imron menegaskan komitmen Pemkab Cirebon untuk bersinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah guna mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan proses perizinan serta pendampingan bagi para pelaku usaha yang akan berinvestasi di Kabupaten Cirebon.
Menurut Imron, pemerintah daerah tidak hanya menunggu datangnya investor, tetapi juga akan aktif melakukan pendekatan dan memberikan berbagai kemudahan agar proses investasi berjalan lancar.
“Mangga (silakan, red) para investor bisa datang untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Cirebon. Kami dari pemerintah daerah akan selalu mendukung, menjemput bola, dan memfasilitasi seluruh kebutuhan para pengusaha agar investasi berjalan lancar,” tegasnya.
Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat mendorong peningkatan investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Melalui partisipasi dalam Kunci Bersama Summit 2026, Pemkab Cirebon juga ingin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan investasi yang kompetitif di kawasan Jawa Barat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya, infrastruktur, dan dukungan kebijakan yang ramah terhadap dunia usaha.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam keterangannya di hadapan para awak media usai kegiatan tersebut menegaskan pentingnya konsolidasi dan sinergi antarwilayah perbatasan guna menciptakan pemerataan ekonomi yang berkesinambungan.
“Ini sebuah acara yang penting dan strategis, yaitu Kunci Bersama Summit Tahun 2026 di Jakarta. Kami sepakat bahwa kawasan Kunci Bersama ini memiliki potensi yang sangat baik, dari sisi ekonomi, industri, pariwisata, dan pengembangan wilayah lainnya,” ujar AHY.
Ia menggarisbawahi, tantangan utama yang dihadapi wilayah perbatasan saat ini terletak pada keterbatasan akses konektivitas serta infrastruktur dasar. Pemerintah Pusat melalui Kemenko IPK berkomitmen membantu pemetaan serta percepatan pembangunan sarana pendukung guna mendongkrak daya saing kawasan.
Selain dihadiri langsung oleh Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, forum tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H Erwan Setiawan., SE, Ketua Sekretariat Kunci Bersama sekaligus Bupati Kuningan Dian Rachmat Yasin, serta jajaran kepala daerah dari 10 kabupaten/kota perbatasan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















