SUARA CIREBON – Sekitar 150 hektare lahan sawah di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat sebagian tanaman padi terancam gagal panen.
Kuwu Kedongdong, Adi Juniadi, mengatakan kekeringan hampir terjadi setiap tahun di wilayahnya. Namun, kondisi pada 2026 dinilai paling parah karena sebagian besar tanaman padi yang telah ditanam mengalami kekeringan.
“Tahun ini yang terparah, karena boleh dibilang ini sudah gagal panen. Banyak tanaman padi yang sudah tanam akhirnya kering,” ujar Adi, Senin, 28 September 2026.
Menurut Adi, seluruh areal persawahan sekitar 150 hektare di desanya membutuhkan penanganan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air. Persoalan tersebut terjadi meskipun lokasi sawah relatif dekat dengan saluran irigasi.
Posisi Desa Kedongdong yang berada di bagian ujung distribusi membuat pasokan air yang diterima petani tidak mencukupi. Kondisi tersebut semakin berat setelah diberlakukan sistem tata gilir air.
“Irigasi dekat, tapi sekarang sudah ada tata gilir air, jadi tidak mencukupi,” katanya.
Adi mengatakan bantuan mesin pompa dari Pemerintah Kabupaten Cirebon belum banyak membantu karena tidak datang pada waktu yang dibutuhkan. Meski demikian, mesin tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk musim tanam berikutnya.
“Untuk bantuan mesin pompa, mungkin bisa dimanfaatkan untuk di tahun berikutnya. Kemudian sedimentasi pada saluran irigasi juga sekarang sedang dilakukan normalisasi,” jelasnya.
Kondisi kekeringan tersebut kemudian mendapat perhatian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau langsung area persawahan di Desa Kedongdong pada Sabtu (26/9/2026).
Adi menyebut kunjungan tersebut menjadi harapan bagi petani karena persoalan kekeringan dapat dilihat langsung oleh pemerintah pusat.
“Pak Menteri datang langsung melihat sawah yang mengalami kekeringan. Beliau datang untuk mengatasi kekeringan,” ujarnya.
Menurut Adi, petani berharap penanganan dapat dilakukan terhadap tanaman yang masih memiliki peluang untuk diselamatkan.
“Ya, untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa diselamatkan, yang belum gagal karena kekeringan,” katanya.
Berdasarkan informasi Kementerian PU, Menteri Dody meninjau sejumlah titik kekeringan di Bekasi, Karawang dan Kabupaten Cirebon pada Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi ketersediaan air bagi petani secara langsung.
Di Kabupaten Cirebon, salah satu lokasi yang ditinjau berada di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan. Kementerian PU menyebut area persawahan di lokasi tersebut mencapai lebih dari 100 hektare dan membutuhkan perhatian dalam penanganan kekeringan.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penanganan pasokan air menjadi salah satu persoalan penting bagi petani Kedongdong, terutama untuk mempertahankan tanaman yang masih dapat diselamatkan dan mendukung musim tanam berikutnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















