SUARA CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon bakal menggelar dua even besar pada tahun 2026 ini. Salah satunya adalah event nasional Kementerian Pariwisata. Dua even besar tersebut, diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan perhotelan.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno mengatakan, penyelenggaraan dua even tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Cirebon. Dengan even yang berkualitas, pihaknya ingin wisatawan datang ke Kabupaten Cirebon.
“Akan banyak dampak positif dari penyelenggaraan dua event tersebut, selain sektor pariwisata, sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif akan merasakannya. Event yang pertama, Pagelaran Tari Kreasi Nusantara yang akan digelar pada 20-21 Agustus 2026,” ujar Fajar Sutrisno, didampingi Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Pariwisata, Achmad Bayu Suradilaga, Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan ini, menurut Fajar merupakan kolaborasi Real Art Production dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan lokasi pelaksanaan masih di godok, salah satunya Stadion Watubelah.
“Yang pasti, even ini akan melibatkan sanggar-sanggar tari dari berbagai daerah se-Jawa Barat. Panitia menargetkan sebanyak 300 grup sanggar tari ikut ambil bagian dalam pagelaran tersebut,” katanya.
Even ini, menurut Fajar menjadi ajang seleksi tingkat Jawa Barat yang tahun ini puncak final nasionalnya akan digelar di Klaten, Jawa Tengah. Fajar berharap, Kabupaten Cirebon dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan final pada tahun depan.
“Jika terpilih, akan memperkuat posisi Kabupaten Cirebon sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Barat,” paparnya.
Selain pagelaran tari, lanjut Fajar, Kabupaten Cirebon juga akan menghelat even nasional Cai Diraga yang dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Oktober 2026. Menurutnya, even ini telah masuk dalam kalender event Kementerian Pariwisata dan menjadi bagian dari agenda Karisma Nusantara.
“Cai Diraga mengusung konsep larung doa lintas iman yang melibatkan berbagai komunitas kebudaya,” paparnya.
Selama pelaksanaannya, lanjut Fajar, akan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Fajar menjelaskan, konsep yang diusung dalam Cai Diraga tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang sarat nilai toleransi dan keberagaman.
“Ini even nasional dari kementerian. Kita ingin menjadikannya sebagai magnet wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Melalui dua even besar itu, tambah Fajar, Disbudpar optimis geliat pariwisata Kabupaten Cirebon akan semakin meningkat.
“Kami harap, kehadiran wisatawan mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















