SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Plumbon, Rabu, 29 Juli 2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, pelatihan diikuti oleh 144 pencari kerja (pencaker) dari berbagai wilayah. Selain melalui BLK, pelatihan juga dilakukan melalui Mobile Training Unit (MTU) yang didanai APBD, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta APBN.
Menurut Novi, pelatihan kerja tahun ini menyasar 688 peserta yang dilaksanakan secara bertahap di BLK maupun MTU di desa-desa dan kecamatan. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha. Selain pelatihan las, digital marketing, dan sejumlah kejuruan lainnya, pelatihan menjahit menjadi salah satu program utama untuk memenuhi kebutuhan industri garmen dan alas kaki.
“Jadi, pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, agar peserta memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja. Prinsipnya adalah link and match antara pelatihan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Namun demikian, Novi mengakui kapasitas pelatihan masih belum sebanding dengan jumlah pencari kerja di Kabupaten Cirebon. Karena itu, kolaborasi dengan dunia pendidikan, khususnya SMK, dinilai penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Di kesempatan yang sama, Bupati Cirebon H Imron mengatakan, pelatihan bagi ratusan pencaker tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kompetensi tenaga kerja sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus mendukung masuknya investasi.
Bupati menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi. Kemudahan investasi harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kami mengundang investor untuk berinvestasi di Kabupaten Cirebon. Namun masyarakat (pencaker, red) juga harus dipersiapkan melalui pelatihan agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha,” ujar Imron, usai membuka pelatihan kerja di UPTD BLK Disnaker Kabupaten Cirebon.
Menurut Imron, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon terus membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,65 persen pada 2023 menjadi 6,74 persen pada 2024. Data tersebut kembali turun menjadi 6,42 persen pada 2025.
Sementara dari sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Imron menyebut jumlahnya meningkat dari 69,27 persen menjadi 69,28 persen pada periode yang sama. Kendati demikian, pelatihan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki daya saing dan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja.
“Pelatihan kerja ini harus berkelanjutan, agar masyarakat memiliki daya saing dan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja seiring bertambahnya investasi di Kabupaten Cirebon,” paparnya.
Selain pelatihan berbasis kompetensi, Disnaker juga menggelar program magang wirausaha yang telah berlangsung selama dua tahun. Program tersebut membekali peserta dengan kemampuan teknis, manajerial, hingga pengelolaan sumber daya manusia melalui pembelajaran langsung di unit usaha.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















