SUARA CIREBON – Kebakaran di Cirebon. Seorang ayah dan bayinya yang masih berusia enam bulan ditemukan meninggal dunia dalam kebakaran rumah di Perum Griya Asri Kejuden 2, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat, 31 Juli 2026 siang.
Kedua korban masing-masing Deni Sumampaw (57) dan Brian Arasyah Sumampaw (BAS) ditemukan warga di dalam rumah ketika api mulai membesar.
Kepala Bidang Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada Jumat siang.
Dua unit mobil pemadam dari Sektor Weru dan Sektor Palimanan kemudian dikerahkan menuju lokasi.
“Bara api masih terlihat di kamar tidur dan dapur sehingga petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar padam,” kata Eno
Menurut keterangan warga sekitar api awal diketahui oleh warga sekitar pukul 09.45 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah terlihat kepulan asap hitam dari rumah tersebut.
“Warga melihat kepulan asap hitam pekat di rumah saudara Deni. Warga berusaha melakukan pemadaman dengan mendobrak pintu sebelah timur karena kedua pintu terkunci. Setelah pintu terbuka warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,” katanya.
Dalam proses tersebut, warga menemukan BAS di ruang tamu. Tak lama kemudian, DS ditemukan di area dapur dekat tangga. Saat ditemukan, keduanya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Sementara itu, seorang saksi mata, Kristianto, mengatakan, awalnya ada bapak-bapak teriak ‘kebakaran, kebakaran, setelah itu warga langsung keluar rumah dan berusaha membantu memadamkan api.
Kobaran api terlihat berasal dari bagian kamar rumah. Meski api tidak langsung terlihat dari luar, kepulan asap hitam sangat tebal memenuhi bangunan hingga ke bagian belakang rumah.
“Asapnya sangat banyak. Apinya ada di kamar-kamar sampai ke belakang rumah,” ujar Kristianto.
Saat proses pemadaman, warga menemukan seorang pria yang merupakan kepala keluarga bersama anak keduanya yang masih balita.
“Yang balita ditemukan berada di dekat jendela, sementara sang ayah ditemukan di area dapur di dekat wastafel,” ucapnya.
Warga juga mengaku melihat adanya luka pada bagian dada BAS meski tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Selain itu, terlihat bercak darah pada celana korban.
Untuk diketahui, rumah tersebut dihuni satu keluarga yang terdiri atas suami, istri, dan dua orang anak. Dalam musibah tersebut, DS dan anak bungsunya, BAS yang berusia sekitar enam bulan, menjadi korban meninggal dunia.
Keluarga korban merupakan pendatang. Sang suami diketahui bukan warga setempat, sedangkan istrinya merupakan warga asal Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















