SUARA CIREBON – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon yang semula dijadwalkan dimulai pada Jumat, 31 Juli 2027, diundur selama dua pekan hingga 15 Agustus 2026.
Direktur Rehabilitasi Sosial dan Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna, mengatakan, pemerintah sengaja menunda pelaksanaan MPLS sebagai bentuk kehati-hatian, bukan karena program belum siap dijalankan.
Penundaan dilakukan setelah hasil uji coba menginap menunjukkan masih adanya sejumlah fasilitas yang perlu disempurnakan. Hal itu agar peserta didik dapat tinggal dengan aman dan nyaman di lingkungan sekolah berasrama bagi warga kurang mampu tersebut.
“Hasil percobaan menginap masih menunjukkan adanya ketidaknyamanan, terutama sirkulasi udara karena beberapa pembangunan masih berlangsung. Karena itu MPLS diundur menjadi 15 Agustus,” ujar Suratna, usai Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon di Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber, Jumat, 31 Juli 2026.
Selain itu, Kemensos juga melakukan asesmen psikodinamik terhadap seluruh siswa. Penilaian tersebut dilakukan untuk memetakan karakter, kebiasaan, dan pola interaksi peserta didik agar proses adaptasi di lingkungan sekolah maupun asrama berlangsung lebih mudah.
Pihaknya ingin memastikan agar anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dapat belajar dalam kondisi nyaman.
“Penempatan kelas maupun asrama juga disesuaikan dengan hasil asesmen sehingga mereka lebih cepat beradaptasi,” jelasnya.
Sesuai arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf melalui sambungan virtual, kata dia, pelaksanaan MPLS yang dibagi dalam beberapa gelombang merupakan langkah pemerintah memastikan seluruh fasilitas dari mulai asrama, air bersih, sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya benar-benar siap huni sebelum siswa memasuki asrama.
“Kami memastikan kesiapan fungsional, asrama, air bersih, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung telah layak digunakan. MPLS harus menjadi ruang yang ramah anak,” tuturnya.
Suratna mengingatkan, agar selama MPLS tidak terjadi tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun sosial, serta intoleransi. Seluruh siswa Sekolah Rakyat harus tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, terampil, dan memiliki daya saing.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Secara nasional, masih terdapat lebih dari empat juta anak usia sekolah yang putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan.
Pemerintah berharap, dengan adanya pengunduran MPLS selama dua pekan ini seluruh fasilitas, baik fisik maupun pendukung pembelajaran, telah siap sepenuhnya. Sehingga siswa dapat memulai kehidupan di Sekolah Rakyat dalam kondisi aman, nyaman, dan kondusif.
Bupati Cirebon H Imron yang turut hadir dalam Open House tersebut menyampaikan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. Ia optimistis para siswa yang diterima akan memperoleh kesempatan mengubah masa depan melalui pendidikan berkualitas.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka merupakan anak-anak pilihan dan dibimbing oleh guru-guru pilihan. Jika berprestasi, mereka memiliki peluang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Imron.
Menurut Bupati, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon menerima 270 siswa yang terdiri jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Di mana, masing-masing jenjang tersebut diisi 90 siswa. Selain siswa dari Kabupaten Cirebon, terdapat tambahan peserta didik yang berasal dari Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, dan Kabupaten Majalengka.
Di tempat yang sama, orang tua salah satu siswa SRD, Salim menyampaikan rasa syukurnya usai anaknya diterima di Sekolah Rakyat. Salim mengaku bersyukur lantaran penghasilannya sebagai pemulung tidak menentu.
“Untuk makan sehari-hari saja kami sering kesulitan,”‘ ujarnya.
Ia menyampaikan, kesempatan masuk Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi masa depan putranya.
“Saya bersyukur anak saya mendapat kesempatan sekolah di sini. Mudah-mudahan masa depannya menjadi lebih baik,” harapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















