SUARA CIREBON – Bupati Cirebon, H Imron, menyambut positif sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam penyelenggaraan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi para penerima manfaat klaim BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Bupati Imron, langkah tersebut sangat krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja, khususnya bagi ahli waris pekerja rentan atau keluarga yang ditinggalkan oleh tulang punggungnya.
“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Selain santunan, ada pemberdayaan ekonomi lewat pelatihan bagi para penerima manfaat, termasuk para ahli waris. Langkah ini penting agar ketahanan ekonomi keluarga tetap terjaga dan tumbuh melalui sektor ekonomi kreatif,” ujar Imron, Selasa, 4 Agustus 2026.
Imron menegaskan, Pemkab Cirebon berkomitmen memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, seperti nelayan, melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada alokasi terbaru, terdapat 2.870 nelayan dan pekerja rentan di Kabupaten Cirebon yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
Pihaknya mengimbau seluruh perusahaan di wilayahnya agar tertib melaksanakan kewajiban perlindungan jaminan sosial dan menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara optimal bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian menjelaskan, program PEKA merupakan salah satu program unggulan BPJS Ketenagakerjaan yang dirancang untuk membantu para ahli waris dan penerima santunan agar mampu mengelola dana yang diterima secara produktif.
Dalam program tersebut, pihaknya tidak hanya menyerahkan santunan secara tunai, tetapi juga memberikan edukasi berupa literasi keuangan dan berbagai pelatihan keterampilan.
“Harapannya, dana santunan yang diterima bisa dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Deny.
Pada kegiatan perdana ini, sebanyak 80 orang penerima manfaat klaim mendapatkan pelatihan budidaya/peternakan telur. Melalui pelatihan ini, BPJS Ketenagakerjaan dan BSI berharap dapat mencetak wirausahawan (entrepreneur) baru yang mampu memperkuat perekonomian keluarga sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Ke depan, program serupa akan terus digulirkan di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk di Kota Bandung, dengan materi pelatihan yang makin beragam seperti digital creative content, pembuatan kue, hingga pembuatan hampers.
BSI juga disiapkan untuk mendukung keberlanjutan usaha para peserta melalui akses bantuan permodalan saat usaha mereka mulai berkembang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















