SUARA CIREBON – Sebanyak 75 peserta dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama tiga bulan. Pelatihan intensif tersebut sebagai persiapan bekerja di perusahaan manufaktur di Jepang.
Bupati Cirebon, H Imron, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali membuka peluang kerja ke Jepang untuk kedua kalinya bagi masyarakat daerah ini. Program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, Jepang masih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, disiplin, serta memahami budaya kerja setempat. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga etos kerja dan budaya yang menjadi syarat penting sebelum diberangkatkan.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan daya saing dan memperoleh kesempatan bekerja di Jepang,” ujar Imron membuka program tersebut secara virtual di Pendopo Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu, 5 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan pelaksanaan kedua yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dari proses seleksi yang telah dilakukan tahun ini, hanya 75 peserta yang dinyatakan lolos dari total peminat sebanyak 1.400 orang.
Menurut Imron, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan dengan biaya yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan. Selain pelatihan bahasa dan budaya, pemerintah juga membiayai pemeriksaan kesehatan (medical check up), tes Igra, serta psikotes.
Biaya keberangkatan peserta akan difasilitasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
“Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan dipersiapkan untuk bekerja di sektor manufaktur di Jepang dengan masa kontrak awal selama tiga tahun. Apabila memiliki kinerja baik, kontrak kerja dapat diperpanjang sesuai ketentuan perusahaan,” jelasnya.
Berdasarkan data 2025, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon mencapai 2.413.814 jiwa dengan angkatan kerja sebanyak 1.289.532 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.206.611 orang atau 93,56 persen telah bekerja, sehingga tingkat pengangguran terbuka berada di angka 6,42 persen, turun 0,32 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Bonus demografi yang dimiliki Kabupaten Cirebon ini harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar kerja, termasuk pasar kerja internasional.
Program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan tenaga kerja yang legal dan sesuai standar di Jepang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















