SUARA CIREBON – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon tahun ini menerima sebanyak 210 usulan bantuan sarana dan prasarana pertanian dari kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).
Kepala Bidang Sarana Prasarana Distan Kabupaten Cirebon, Pancawala, mengatakan, dari 210 usulan tersebut, puluhan bantuan seperti irigasi perpompaan (irpom), irigasi desa (irdes) dan jalan usaha tani (JUT) sedang dalam proses pengerjaan.
Menurut Pancawala, bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditangani Distan Kabupaten Cirebon untuk jenis irpom jumlahnya mencapai 44 titik. Kemudian disusul irdes dengan jumlah sebanyak 20 titik dan JUT 8 titik.
Untuk program irdes, nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp100 juta per titik dengan panjang pembangunan sekitar 80 meter. Sementara untuk JUT, panjang pembangunan mencapai sekitar 250 meter.
Namun, usulan JUT tidak dapat diajukan secara sembarangan. Lokasi yang diusulkan harus berada di kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dengan titik yang jelas.
“Kalau JUT itu harus di LP2B, jadi usulannya enggak bisa asal. Titiknya harus jelas,” ujar Pancawala, Senin, 10 Agustus 2026.
Sementara untuk bantuan irigasi perpompaan, salah satu syarat utamanya adalah tersedianya sumber air yang memadai. Distan Kabupaten Cirebon akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan sumber air di lokasi yang diusulkan benar-benar tersedia.
“Kalau irpom syaratnya harus ada sumber air. Dinas pertanian akan mengkroscek usulan tersebut untuk memastikan ada sumber air. Kalau tidak ada, atau sumber air kecil seperti saluran sekunder, kita tolak,” terangnya.
Pancawala menjelaskan, kondisi kekeringan saat ini terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, baik bagian barat maupun timur. Meski demikian, kondisi sungai-sungai besar masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air untuk irigasi perpompaan.
Beberapa sungai besar, seperti Sungai Bondet dan Ciwaringin, masih memiliki air meskipun debitnya mengalami penurunan.
“Wilayah barat dan timur Kabupaten Cirebon semua terdampak kekeringan. Kondisi saat ini sungai-sungai besar seperti Bondet, Ciwaringin itu masih ada airnya. Sehingga masih memungkinkan untuk disedot,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya petani, agar tidak panik menghadapi kondisi kekeringan. Menurutnya, kekeringan yang terjadi bukan berarti seluruh sumber air telah mengering.
“Masyarakat jangan panik, seolah kekeringan ini sungai kering kerontang, enggak. Air masih ada, cuma debitnya turun,” tuturnya.
Menurut Pancawala, pemerintah setiap tahun tetap memberikan bantuan sarana pertanian kepada para petani. Namun diakuinya, bantuan tersebut belum dapat mengakomodasi seluruh usulan karena luas wilayah Kabupaten Cirebon dan jumlah kebutuhan yang cukup besar.
Pancawala menyebut, jumlah usulan bantuan pada tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, ia meminta poktan dan gapoktan yang usulannya belum terakomodasi agar bersabar.
Ia menegaskan, bantuan yang akan turun harus melalui tahapan verifikasi yang prosesnya membutuhkan waktu, tenaga, dan jumlah petugas yang memadai. Proses verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap usulan memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, keterbatasan waktu dan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala dalam proses verifikasi. Petugas tidak dapat melakukan pengecekan terhadap seluruh lokasi dalam waktu bersamaan.
“Ya harus menunggu, karena ada hal yang tidak bisa dinegosiasikan, kita cuma punya waktu kerja delapan jam dan 20 hari per bulan,” ucapnya.
Ia menambahkan, proses verifikasi dari satu lokasi ke lokasi lain membutuhkan waktu dan tenaga. Petugas tidak mungkin melakukan pengecekan dari satu wilayah di Kabupaten Cirebon kemudian langsung berpindah ke wilayah lain yang jaraknya cukup jauh dalam satu waktu.
“Kan enggak mungkin saya dari Sumber ke Ciwaringin kemudian langsung ke Losari. Ini enggak bisa dinegosiasi. Orang ada capeknya, ya keterbatasan petugas dan waktu karena wilayahnya sangat luas,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

















