SUARA CIREBON – Penggunaan gawai tanpa pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor yang disebut berkaitan dengan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Cirebon. Sepanjang 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) mencatat 25 kasus kekerasan anak.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R. Endah Arisyanasakanti, dalam kegiatan edukasi orang tua murid di SDN Kayuwalang, Rabu, 19 Agustus 2026.
Endah mengatakan, ruang digital dapat menjadi pintu masuk berbagai ancaman terhadap keselamatan fisik maupun mental anak.
“Banyak orang saling kenal dari HP berujung penipuan, ada yang sampai terjadi kekerasan, ada yang diculik dan lain-lain. Sepanjang 2026, data di DP3APPKB sudah ada 25 kasus kekerasan. Laporan saat kita rapat di Komisi III, beberapa penyebabnya tidak jauh dari HP,” tegas Endah.
Selain ancaman kejahatan, penggunaan gawai secara berlebihan juga dinilai dapat berdampak terhadap kondisi psikologis dan kestabilan emosi anak.
“Dari kesehatan juga berdampak, banyak anak-anak yang mengalami gangguan emosional karena HP, banyak juga yang sampai mentalnya terganggu,” lanjutnya.
Melihat kondisi tersebut, DPRD Kota Cirebon bersama DP3APPKB dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) mendorong orang tua meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai anak.
Endah menegaskan, solusi yang didorong bukan melarang penggunaan gawai secara total, melainkan menerapkan pengawasan secara terarah.
Orang tua diimbau menerapkan prinsip 3M, yakni mendampingi, mengawasi dan melindungi anak saat menggunakan gawai.
Mendampingi berarti orang tua hadir dan menemani anak saat beraktivitas di dunia digital. Mengawasi dilakukan dengan memantau konten yang diakses, durasi layar (screen time), serta interaksi anak dengan pihak lain di internet.
Sementara melindungi dilakukan dengan memberikan batasan yang jelas sekaligus pemahaman mengenai keamanan digital agar anak terhindar dari bahaya eksploitasi online.
“Boleh main HP, tapi dengan batasan-batasan untuk menghindari banyaknya kejadian dan dampak negatif dari gawai. Memang ada sisi positif, banyak informasi yang diterima anak,” jelas Endah.
“Kami berharap para orang tua lebih mengawasi lagi anak-anaknya. Orang tua harus melakukan 3M, mendampingi, mengawasi dan melindungi.” katanya.
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















