SUARA CIREBON – Polisi dari jajaran Satuan Reserse Satreskrim Polresta Cirebon terus mengembangkan kasus tawuran di Palimanan, tepatnya di Jalan Raya Palimanan-Arjawinangun, Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Tawuran di Palimanan Cirebon yang melibatkan kelompok pelajar ini terjadi pada Senin, 20 Juli 2026 sekira pukul 14.00 WIB dan viral di media social.
Buntut aksi tawuran di Palimanan yang menggunakan senjata tajam ini, Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan empat pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Keempat pelaku masing-masing berinisial WH, SB, DS dan HD, seluruhnya masih berstatus pelajar dan diketahui masih di bawah umur.
Kasatreskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait video aksi tawuran yang beredar di media sosial.
“Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon bersama beberapa polsek melakukan pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tawuran yang sedang viral di media sosial,” jelas Putu Ika, Jumat, 21 Agustus 2026 malam.
Ia mengungkapkan, para terduga pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, sejumlah pelaku telah mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut.
“Beberapa orang yang kita amankan sudah mengakui perbuatannya, saat ini masih kita lakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan,” katanya.
Berdasarkan keterangan awal, lanjut Putu Ika, aksi tawuran tersebut dilakukan setelah para pelajar membuat janji untuk bertemu. Kemudian mereka berkumpul di suatu lokasi dan melakukan aksi tawuran yang direkam dalam bentuk video.
“Motif dari beberapa orang yang kita amankan, mereka mengakui untuk konten, berdasarkan pengakuan pelaku, mereka melakukan kegiatan tersebut satu kali,” ungkapnya.
Saat ini polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk keterlibatan pihak lain dalam aksi yang terekam dalam video tersebut.
Hingga kini, baru empat orang yang telah dimintai keterangan sebagai pelaku, sementara pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih berlangsung.
“Ini masih dalam pengembangan, baru empat orang yang kita minta keterangan, kemudian selanjutnya akan kita lakukan pengembangan dan penyelidikan. Kemungkinan akan bertambah,” jelasnya.
Para pelajar yang terlibat diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda di wilayah Kabupaten Cirebon. Saat ini polisi masih menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Kita masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan masing-masing. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















