SUARA CIREBON – The Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS Plus) 2026 yang akan digelar pada 17–20 November 2026 di Cirebon mulai mendapat perhatian akademisi, peneliti, dosen, dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri.
Menjelang pelaksanaan konferensi, Kementerian Agama Republik Indonesia bersama UIN Siber Cirebon menggelar sosialisasi secara daring melalui platform Zoom, Kamis, 28 Agustus 2026.
Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias. Peserta aktif memanfaatkan sesi dialog untuk menggali informasi mengenai tema dan subtema konferensi, mekanisme submission, skema publikasi jurnal, peluang kolaborasi akademik, hingga ruang partisipasi mahasiswa.
Antusiasme tersebut menunjukkan peserta melihat AICIS Plus 2026 sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan Islam, sains, teknologi, budaya, dan berbagai persoalan kemanusiaan.
Sosialisasi dipandu Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I. bersama Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., Kasubdit pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Dialog berlangsung komunikatif sehingga peserta dapat menggali informasi langsung dari para narasumber.
Perwakilan Steering Committee (SC), Prof. Dr. Wartoyo, M.Si., menjelaskan AICIS Plus 2026 mengusung tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing.”
Tema tersebut menempatkan warisan peradaban Islam sebagai sumber inspirasi untuk menjawab tantangan kehidupan modern dan dikembangkan dalam 10 subtema lintas disiplin.
Subtema tersebut mencakup tradisi tafsir, eko-teologi, tata kelola inklusif, inovasi digital, warisan Nusantara, hingga ekonomi sirkular.
Menurut Prof. Wartoyo, AICIS Plus 2026 dirancang lebih terbuka sehingga artikel dari berbagai disiplin keilmuan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA., mengatakan AICIS Plus dibangun dengan semangat sharing knowledge sekaligus penguatan jejaring akademik internasional.
Konsep tersebut terinspirasi dari tradisi asosiasi akademik internasional, salah satunya Middle Eastern Studies Association (MESA) di Amerika Serikat.
“Ini betul-betul terinspirasi oleh dunia internasional dalam rangka sharing knowledge atau pertukaran ilmu pengetahuan, tapi di sisi lain juga ada namanya jejaring akademik secara internasional,” jelas Prof. Sahiron.
AICIS Plus 2026 diproyeksikan menghadirkan sejumlah pakar internasional dalam sesi pleno. Kehadiran akademisi dunia tersebut diharapkan memperluas perspektif peserta mengenai studi keislaman, pembangunan berkelanjutan, serta masa depan kemanusiaan.
Sebagai tuan rumah, UIN Siber Cirebon membawa kekuatan integrasi teknologi digital dalam penyelenggaraan konferensi.
Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyebut aspek digital menjadi salah satu kebaruan dalam AICIS Plus tahun ini.
“Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah tentu ada kolaborasi atau integrasi dari sisi teknologi digital,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Konferensi akan menggunakan format hibrida sehingga akademisi dari berbagai negara dapat terhubung tanpa dibatasi jarak geografis.
AICIS Plus 2026 juga menghadirkan skema publikasi berbeda. Tahun ini, prosiding tidak disiapkan sebagai keluaran utama konferensi.
Artikel yang memenuhi kriteria dan lolos seleksi akan diarahkan ke 41 jurnal, termasuk jurnal internasional terindeks Scopus serta jurnal nasional terakreditasi Sinta 1, Sinta 2, dan Sinta 3.
Saat ini terdapat 16 jurnal panel dan 41 jurnal open, dengan jumlah yang masih memungkinkan bertambah karena pendaftaran belum ditutup.
Pendaftaran AICIS Plus 2026 tidak dipungut biaya. Peserta dapat dikenakan biaya apabila artikelnya diterima pada jurnal yang menerapkan Article Processing Charge (APC).
Pada tahap awal, peserta diminta menyiapkan extended abstract sekitar 700–1.000 kata untuk membantu panitia dan mitra jurnal menilai kualitas serta relevansi gagasan.
AICIS Plus 2026 juga membuka ruang bagi mahasiswa melalui kompetisi video berbasis riset dan presentasi karya ilmiah tingkat internasional.
Peserta dapat menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab.
Kekayaan budaya Cirebon juga akan ditampilkan melalui pameran seni dan budaya Nusantara, termasuk lukisan kaca dan batik.
Sementara itu, Tim IT UIN Siber Cirebon di bawah koordinasi Riyanto, S.Kom., M.Kom., memastikan sistem pendaftaran dan layanan digital siap mendukung peserta.
Portal telah dilengkapi workflow, template dokumen, infografis, Help Center, dan layanan live chat.
AICIS Plus 2026 akan mempertemukan gagasan Islam, sains, teknologi, dan budaya melalui jejaring akademik internasional di Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















