SUARA CIREBON – Puluhan ribu siswa SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Luar Biasa (SLB), pondok pesantren, hingga anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan formal menjadi sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Kabupaten Cirebon.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen untuk setiap antigen vaksin.
Program tersebut dilakukan untuk mempertahankan kekebalan tubuh anak sekaligus memperpanjang perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Hj Eni Suhaeni, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Mona Isabella Saragih yang disampaikan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Dede Kurniawan, mengatakan BIAS menyasar berbagai satuan pendidikan.
“Pelaksanaan BIAS dilakukan secara bertahap dengan sasaran utama siswa SD sederajat kelas 1, 2, 5, dan 6,” ujar Dede Kurniawan, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Dede, BIAS merupakan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi dasar. Program tersebut bertujuan mempertahankan kekebalan dan memperpanjang perlindungan terhadap sejumlah penyakit.
Penyakit tersebut antara lain Campak Rubela, Tetanus, Difteri, hingga pencegahan kanker leher rahim melalui vaksin HPV.
Dinkes Kabupaten Cirebon mencatat sasaran imunisasi meliputi 41.003 siswa kelas 1 SD/MI, 41.562 siswa kelas 2, dan 40.936 siswa kelas 5.
Selain itu, terdapat sasaran imunisasi kejar HPV, yakni 121 siswa kelas VI SD/MI yang belum mendapatkan vaksin saat kelas V serta 17.758 siswa kelas IX SMP/MTs yang belum memperoleh vaksin sesuai jadwal.
Dede menjelaskan, jadwal pemberian imunisasi disesuaikan dengan kelompok usia siswa.
Untuk siswa kelas 1 atau anak usia 7 tahun, vaksin Campak Rubela (MR) diberikan pada Agustus 2026. Sementara vaksin Difteri Tetanus (DT) dijadwalkan pada November 2026.
Siswa kelas 2 usia 8 tahun dan kelas 5 usia 11 tahun juga mendapatkan vaksin DT pada November 2026.
Sementara itu, vaksin HPV dosis pertama diberikan kepada siswi kelas 5 pada Agustus 2026. Dosis kedua diberikan kepada siswi kelas 6 pada bulan yang sama.
Menurut Dede, vaksin HPV memiliki peran penting dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks serta beberapa penyakit lainnya.
“Vaksin HPV membantu melindungi individu dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya,” terangnya.
Berdasarkan capaian sementara hingga 28 Agustus 2026, pelaksanaan BIAS untuk vaksin MR telah mencapai 24.008 sasaran atau 58,55 persen.
Sedangkan capaian vaksin HPV tercatat sebanyak 18.918 sasaran atau 49,94 persen.
Pelaksanaan program BIAS, kata Dede, telah dipersiapkan sejak jauh hari dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
“Pelaksanaan BIAS ini berpedoman pada SKB 4 Menteri untuk memperkuat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah,” ungkapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















